"Untuk menghindari jangan sampai ada kekhawatiran rekan pengguna anggaran, para pejabat pembuat komitmen, maka kami menginstruksikan kepada jajaran Polda Metro Jaya supaya jangan sampai mencari kesalahan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Kamis (27/8/2015).
Dia berbicara usai menghadiri rapat dengan Gubernur DKI Basuki T Purnama di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan. Agendanya, pengarahan Gubernur atas instruksi Presiden Jokowi terhadap penyerapan anggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang membuat terjadinya keragu-raguan dalam eksekusi realisasi (anggaran-red)," kata Tito.
Solusinya, pejabat harus melaksanakan eksekusi secara benar. Dan kepolisian tak akan melakukan kriminalisasi terhadap pejabat yang bertindak benar.
"Hal-hal yang bersifat administrasi jangan sampai dikriminalisasi. Yang menyangkut dokumen yang mungkin belum lengkap, jangan langsung dikriminalisasi," tutur Tito.
Koordinasi internal kepolisian dan dengan lembaga penegak hukum lain akan ditingkatkan, juga koordinasi dengan eksekutif sampai tingkat wali kota demi suksesnya penyerapan anggaran secara benar.
"Untuk mendorong agar pengguna anggaran segera mengeksekusi proyeknya selama sisa waktu empat bulan ini," ujarnya.
Kepolisian juga akan lebih berhati-hati dalam melakukan penyelidikan. Ekspos ke khalayak umum baru akan dilakukan setelah bukti sudah benar-benar kuat.
"Kita laksanakan secara 'low profile', agar tidak mengakibatkan ketakutan dari para pengguna anggaran," ujarnya. (dnu/dhn)










































