Salah satu RS yang menjadi rujukan adalah RS King Faisal yang terletak di Syisya. Petugas haji visit ke sana, tim yang dipimpin oleh Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat disambut oleh salah satu direktur RS itu di ruangannya.
"Bagi kami Indonesia bukan pendatang tapi saudara. Dan kami posisi yang sama dalam melayani jemaah haji," tutur direktur RS Raef Ahmad Qutub dalam bahasa arab lalu ditranslasi oleh Kadaker Arsyad Hidayat, Kamis (27/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Gagah/detikcom |
Walau baru satu tahun berfungsi, RS King Faisal terasa sangat nyaman. Semua tempat tidur di RS yang terdiri dari 7 lantai itu sudah canggih, posisi tidur bisa diatur dengan mesin.
Foto: Gagah/detikcom |
"Kami selalu melakukan perbaikan pelayanan kesehatan sesuai titah kementerian kesehatan. Beri yang terbaik melayani kesehatan. Ada marga di Assegaf dan Ali. Kami merasa sangat-sangat dekat. Mereka tamu-tamu Allah yang harus diberi kemuliaan," tutur Raef.
Suasana di RS King Faisal sangat nyaman. Saat ini, di awal musim haji, belum terlalu banyak pasien. Kamar-kamar perawatan dibedakan lantainya berdasarkan jenis kelamin .
Lantai 1 adalah ruang ICU dengan 24 tempat tidur. Penataannya sangat bagus, tiap bed berada dalam satu kubikel kotak yang terbuat dari kaca tembus pandang. Di dalam ruangan tersedia alat monitor alat vital tubuh.
Foto: Gagah/detikcom |
Lantai 2 adalah educational centre. Penanggung jawab perawat Fairuz mengatakan lantai 3 masih belum ada apa-apa karena masih pengembangan gedung. Perempuan keturunan Malaysia ini mengatakan lantai 4 dan 6 adalah ruang perawatan pasien laki-laki.
"Lantai 5 dan 7 untuk pasien perempuan," tutur Fairuz yang bertugas mengajak tim PPIH Daker Makkah berkeliling rumah sakit.
Fairuz mengatakan RS King Faisal juga menjadi tempat rujukan bagi pasien yang terinfeksi MERS-CoV. Namun katanya sampai dengan hari ini belum ada pasien yang terinfeksi MERS-CoV dirawat di situ.
"Belum ada," katanya dengan bahasa melayu.
Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menilai RS King Faisal sudah sangat bagus. RS King Faisal tidak cuma melayani jemaah saat musim haji tetapi juga setelahnya jika ada pasien yang butuh perawatan berkelanjutan.
Foto: Gagah/detikcom |
Ada 5 rumah sakit yang akan menjadi rujukan jemaah haji yang sakit, yakni RS King Faisal, RS King Abdul Aziz di Zahir, RSJ King Abdul Aziz di Hera, RS Annur, dan RS Hera. Jemaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi tidak akan dikenakan biaya karena itu sudah merupakan bagian dari general service. (gah/slm)












































Foto: Gagah/detikcom
Foto: Gagah/detikcom
Foto: Gagah/detikcom
Foto: Gagah/detikcom