"Visi calon KPK itu bukan lembaga negara penting, adhoc dan bisa dibubarkan saya pikir calon-calon punya pandangan kuda troya soal korupsi kedepan, ini bila dipilih bukan menguatkan KPK, tapi sebagai garda depan hancurkan KPK," jelas aktivis Indonesia Legal Round Table (ILR), Erwin N Oemar dalam jumpa pers di ICW, Kamis (27/8/2015).
Dalam jumpa pers itu hadir sejumlah elemen Koalisi Masyarakat Sipil antara lain dari ICW, LBH Jakarta, PSHK, dan Transparansi Indonesia. Erwin melihat sebagian besar para Capim memiliki pandangan mengedepankan pencegahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari aktivis dari PSHK, Miko Ginting mengingatkan agar Pansel benar-benar memilih orang-orang bersih, bebas kepentingan.
"Menentukan dengan detil cermat dan hati-hati karena situsi KPK dalam tahap kritis," terang Miko.
Miko juga mengingatkan agar Pansel memperhatikan jawaban para Capim mulai dari urusan LHKPN, visi misi mereka tentang pemberantasan korupsi, juga soal relasi bisnis, dan bagaimana mereka membawa KPK ke depan.
"KPK tetap harus menjadi lead dalam pemberantasan korupsi," tutup dia. (dra/dra)











































