"Operasi gabungan ini sebenarnya menunjukkan bahwa semua pekerjaan yang diharapkan hasilnya oleh masyarakat, hadirnya negara, tidak da jalan lain selain kerjasama, sinergi antara institusi-institusi yang diharapkan hasilnya oleh masyarakat," ungkap Soelistyo dalam sambutannya di acara yang digelar di Gedung Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakpus, Kamis (27/8/2015).
Berdasarkan evaluasi, kini tim SAR disebut Soelistyo sudah semakin lebih baik lagi. Ia juga menyebut tentang keberhasilan evakuasi SAR AirAsia yang jatuh beberapa waktu lalu di Selat Karimata, Kalimantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modal dasar yang sudah kita raih harus kita pertahankan dan tingkatkan. Saya siap lakukan itu semua. Kalau kita bisa bersama-sama dalam satu komando, tidak ada yang sulit," sambungnya.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Kepala Basarnas No. SK.KBSN/VIII/BSN-2015 kepada 55 orang yang terlibat dalam proses evakuasi. Di antaranya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo, KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan KSAU Marsekal Agus Supriatna.
Kemudian dari unsur lokal maupun maskapai yang mendapatkan penghargaan seperti Bupati Pegunungan Bintang Wellington L Wenda, Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus W, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Fransen Siagian, Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudolf, Danlanud Jayapura Kolonel Pnb I Made Susila, Danrem 172/PWY Kolonel Inf Sugiyono, Dandim Jayawijaya Letkol M Aidi, Danyonif 133/YS Letkol Inf Arief Hidayat, Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Yunus Wally, Danyonif 751 Mayor Inf Nova I, Danramil 1702-1/Oksibil Lettu Inf Aprin Paembonan, Presdir PT Freeport Indonesia Ma'roef Syamsoedin dan Presdir Trigana Air Rubiyanto.
"Saya kasih apresiasi untuk Danrem, Danyonif. Mereka inilah yang mengenal medan. Saya tidak berpikiran lain selain cepat. Saya juga apresiasi untuk bantuannya. Juga KNKT. Saya juga harus berikan apresiasi kepada Bupati Pegunungan Bintang, mungkin selama ini beliau tidak berpikir untuk meminta warga untuk bantu, ternyata warga juga antusias ikut evakuasi," tutur Soelistyo.
"Untuk Trigana, saya tidak melihat sebagai obyek dalam konteks ini tapi sebagai subyek, manajemennya. Berani menghadapi dari awal sampai akhir, berhadapan menghadapi emosional keluarga korban. Dan bantu selama 5 hari kami di sana. Ini bisa menjadi contoh airlines lain. Modal kebersamaan harus terus ditingkatkan. Kalau bisa kita semua menjadi duta budaya keselamatan bagi masyarakat kita," imbuh marsekal bintang 3 itu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudolf yang hadir dalam pemberian penghargaan ini. Menurutnya keberhasilan evakuasi Trigana adalah keberhasilan semua pihak.
"Menurut saya itu koordinasi sangat baik, tidak ada yang menonjolkan ego sektoral. Semua saling bersinergi," kata Rudolf di lokasi yang sama. (elz/mok)











































