Kantor Blu-Jek terletak di Komplek Deplu Jl Cendrawasih 1, No 18, Gandaria Selatan, Jaksel. Ada sekitar limapuluhan orang yang berkerumun di rumah bercat kuning dan terpasang banner putih bertuliskan Blu-Jek. Mereka terdiri dari beragam usia dan latar belakang.
Misalnya saja Febri (27), lulusan BSI ini berharap dapat bergabung dengan Blu-Jek setelah sebelumnya dia terlambat untuk mendaftar Go-Jek dan GrabBike,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Febri mengaku baru mengetahui pendaftaran Blu-Jek dari internet saat dia berselancar mencari lowongan kerja. Febri datang ke kantor Blu-Jek sekitar pukul 10.00 WIB.
Pendaftar lainya, Ahmad Badrodin (38), yang juga tukang ojek sekitar mengaku membawa beberapa rekan sesama pengemudi ojek untuk bergabung di Blu-Jek. Badrodin sudah lebih dulu mendaftar di gelombang pertama, Juli 2015 lalu. Namun, hingga saat ini belum juga beroperasi.
"Saya sudah daftar duluan, tapi belum beroperasi. Katanya launching-nya September," kata Badrodin.
Sementara itu, Rizal salah satu staf operator Blu-jek mengatakan, pendaftaran untuk gelombang dua saat ini ditutup sementara. Adapun pihaknya saat ini masih melakukan pendataan pendaftar.
"Sekarang ditutup dulu sementara, karena masih pendataan dan belum dilaunching. Sampai sekarang kurang lebih ada 3 ribu pendaftar," kata Rizal.
![]() |
Rizal menampik perusahaan yang mempekerjakannya berafiliasi dengan perusahaan taksi besar Blue Bird. "Kita enggak kerjasama sama Blue Bird, kita berdiri sendiri sama kayak Go-Jek dan Grab Bike," ujarnya.
Terkait hal ini, Blue Bird dalam akun twitternya juga menyatakan bahwa pihaknya tidak membuka layanan transportasi roda dua. (ahy/ndr)













































