Revolusi Mental Jangan Tumbang

Revolusi Mental Jangan Tumbang

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 27 Agu 2015 12:19 WIB
Revolusi Mental Jangan Tumbang
Foto: Bagus Prihantoro
Jakarta - Revolusi mental didengung-dengungkan adalah salah satu program besar Presiden Jokowi. Seharusnya program ini dikawal jangan sampai tumbang.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 149 miliar untuk semua program revolusi mental dalam APBN-P 2015. Anggaran ini akan digunakan untuk program ataupun sosialisasi yang tujuannya mengubah perilaku masyarakat menjadi positif.

DPR RI pun telah menyetujui anggaran ini. Artinya program revolusi mental semestinya sudah berjalan dengan lancar. Kemenko PMK yang dipimpin Puan Maharani mendapat tanggungjawab besar untuk menjalankan misi revolusi mental ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenko PMK pun mulai melaunching sebuah website dengan anggaran sekitar Rp 20 juta sebagai salah satu cara untuk merevolusi mental anak muda bangsa. Situs ini dikelola oleh para guru besar dari berbagai universitas.

Namun sayangnya situs revolusimental.go.id tersebut tak mampu menampung besarnya antusiasme masyarakat. Web yang jadi salah satu jalan revolusi mental itu pun tumbang. Sampai kini perbaikan belum juga diselesaikan.

Persoalannya bukan soal website yang tumbang, namun mulai muncul tanda tanya sebenarnya apa saja program revolusi mental yang didengungkan Jokowi dan sudah dijalankan oleh Menko PMK Puan. Revolusi Mental diterjemahkan Kemenko PMK sebagai upaya mengubah cara pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai, dan perilaku bangsa Indonesia. Selain itu juga untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Situs yang telah dibuat ini harusnya setiap hari akan menampilkan cara-cara berkehidupan di era revolusi mental. Diharapkan masyarakat juga dapat berperan aktif dalam menggalakkan program pemerintah ini. Namun program ini dinilai harus ditajamkan lagi agar tetap sasaran.

"Kampanye revolusi mental seolah hanya sebatas jargon yang tidak serius diterapkan," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan, Kamis (27/8/2015).

Tentu revolusi mental tidak boleh hanya jadi sekedar kampanye melalui website. Sejumlah kementerian di bawah koordinasi Kemenko PMK juga harusnya dilibatkan. Sejumlah menteri seperti Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sudah mempersiapkan kurikulum yang menunjang revolusi mental.

Keseriusan pemerintah menggalakkan program revolusi mental ini tak kalah penting dari program lain yang tengah dijalankan Jokowi-JK. Apalagi program ini juga jadi salah satu program prioritas yang dirumuskan Jokowi-JK sebelum resmi bertugas. (van/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads