Panglima TNI Berangkatkan Satgas Maritime Task Force ke Libanon

Panglima TNI Berangkatkan Satgas Maritime Task Force ke Libanon

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 27 Agu 2015 11:54 WIB
Panglima TNI Berangkatkan Satgas Maritime Task Force ke Libanon
Foto: Elza Astari/detikcom
Jakarta - TNI mengemban misi perdamaian di bawah PBB untuk mendukung pengamanan daerah konflik termasuk di wilayah Timur Tengah. Satgas Maritim Task Force (MTF) merupakan bagian dari Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-H/UNIFIL tahun 2015 yang dikirimkan ke Libanon.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melepas keberangkatan Satgas MTF di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (27/8/2015) dalam upacara militer. Ada 107 prajurit yang diberangkatkan dengan KRI Bung Tomo-375 dan akan bertugas melakukan operasi di wilayah laut Libanon selama hampir satu tahun lamanya.

"Satgas ini adalah duta-duta bangsa. Walaupun pangkat rendah, tapi kalian membawa nama negara, TNI, dan AL. tetap pegang sumpah marga, sumpah prajurit dan 8 wajib TNI. Ingat kearifan lokal setempat dalam melaksanankan tugas," ujar Gatot saat dalam amanatnya.Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melepas satuan tugas Maritime Task Force (MTF) ke Libanon. Apakah tugas satuan tempur TNI AL ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 107 prajurit yang diberangkatkan merupakan prajurit terpilih melalui beberapa tahapan seleksi ketat. Terdiri dari 88 prajurit awak kapal perang, pilot dan kru heli 7 orang, perwira kesehatan (dokter), Kopaska, penyelam, perwira intelijen, dan perwira penerangan. Gatot menekankan misi tugas ini juga menyoroti mengenai pencegahan masuknya senjata ilegal di kawasan Timur Tengah.

"Saya tekankan seluruh prajurit untuk melaksanakkan tugas secara profesional dan proporsional dalam mencegah masuknya senjata ilegal melalui laut di wilayah Libanon. Cermati setiap perkembangan situasi di kawasan, dan gunakan analisa cepat untuk mengambil keputusan secara tepat," pesan Gatot.

"Jaga kondisi kesehatan kalian, kebugaran, rawat peralatan yang dimiliki guna melaksanakan tugas. Kalian mendapat kehormatan dan kepercayaan dari TNI, tidak semua prajurit memiliki peluang untuk melaksanakan tugas ini. Bentuk body sistem, 3 orang, supaya tidak ada yang turun dari kapal sendiri-sendiri," sambungnya.

Tujuan keberangkatan KRI Bung Tomo ini sendiri adalah untuk mengemban misi perdamaian dunia sesuai mandat Dewan Keamanan PBB Nomor 1701. Satgas MTF akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lainnya yang tergabung galam Gugus Tugas Maritim (Maritime Task Force) di wilayah perairan Libanon.

Satgas ini dikomandani oleh Kolonel (P) Yayan Sofiyan yang sekaligus merupakan Komandan KRI Bung Tomo. Rute yang dilewati selama pelayaran menuju Libanon adalah Surabaya-Jakarta-Belawan-Colombo-Salalah-Port Said dan Beirut.

KRI jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) di bawah Komando Armatim ini akan menggantikan kapal korvet kelas Sigma yakni KRI Sultan Hasanuddin-366 yang tergabung dalam Satgas MTf Libanon pada misi sebelumnya. KRI Sultan Hasanuddin akan kembali ke tanah air setelah KRI Bung Tomo tiba di lokasi.

"Ini misi Garuda XXVIII-H dengan KRI Bung Tomo. Saat ini kita sudah masuk 11 besar (dalam misi perdamaian) karena kita sudah mengirim 2.597 personel dan kita akan bertahap mengirim sampai 4 ribu personel. Perjalanan ini butuh waktu pulang pergi 2 bulan dengan masa tugas 10 bulan," jelas Panglima TNI.

Setelah upacara, Panglima TNI sempat memberikan selamat kepada 107 personil yang akan bertugas. Kemudian ia juga melakukan pengecekan ke dalam KRI Bung Tomo dan akhirnya memberangkatkan satgas dengan cara melepas jangkar kapal.

Untuk diketahui KRI Bung Tomo merupakan satu dari 3 buah kapal perang yang dibeli pemerintah produksi BAE System Maritime Naval Ship Inggris bersamaan dengan 2 kapal lainnya, KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359. Berkecepatan mencapai 30 knot dengan daya jelajah 9.000 km, KRI Bung Tomo memiliki berbagai senjata. Kapal juga dilengkapi LCT dan sebuah heli Bell.

Turut hadir dalam upacara pemberangkatan ini para kepala staf yakni KSAL Laksamana Ade Supandi, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAU Marsekal Agus Supriatna. Selain itu juga ada Pangarmabar Laksda A. Taufiqqurahman, Pangarmatim Laksda Darwanto, serta sejumlah jajaran petinggi TNI lainnya. (ear/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads