6,6 Ha Hutan Merapi Ludes Diterjang Api, Alat Pemantau Hujan Ikut Rusak

6,6 Ha Hutan Merapi Ludes Diterjang Api, Alat Pemantau Hujan Ikut Rusak

Tri Joko Purnomo - detikNews
Kamis, 27 Agu 2015 11:59 WIB
6,6 Ha Hutan Merapi Ludes Diterjang Api, Alat Pemantau Hujan Ikut Rusak
Foto: Tri Joko Purnomo
Magelang - Sudah 2 hari terakhir, semak belukar dan pohon pinus di lereng Merapi, Jawa Tengah, ludes diterjang api. Alat pemantau curah hujan atau Early Warning System (EWS) milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ikut jadi korban.

"6,6 hektare yang terbakar. Api di semak belukar sudah padam, tinggal di pohon pinus," kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Sujadi, di pos Jurang Jero, Magelang, Kamis (27/8/2015).

Api mulai membakar lereng Merapi, Rabu (26/8) siang. Hingga pukul 11.40 WIB hari ini, api belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Petugas dibantu relawan dan warga berjibaku melawan si jago merah dengan peralatan seadanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi kebakaran berada di Blok Gentong, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Titik ini berjarak kurang lebih 2 km permukiman terdekat. Petugas dan warga menghalau api menjauh dari permukiman.

EWS yang ditempatkan di bantaran Kali Putih di sekitar Blok Gentong, tak luput dari amukan api. Tiang penyangga memang masih berdiri tegak, namun di sisi lain, kabel berserakan. Alat ini biasa digunakan memantau curah hujan sekaligus banjir lahan hujan Gunung Merapi. Belum diketahui, apakah alat tersebut masih berfungsi atau tidak setelah terbakar.

"Banyak kabel (EWS) yang terbakar, sudah kami laporkan ( BPTTKG)," kata relawan, Kelik. (try/try)


Berita Terkait