"Sudahlah," kata Fahri sambil tersenyum saat ditanya wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2015).
Dia pun enggan berkomentar lebih lanjut soal pelaporan itu. Namun, Fahri sempat menyinggungnya saat ditanya soal rencana 7 proyek DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPR ini orang baik-baik. Bantu mereka memperkuat diri. Ini pilihan rakyat, jadi kalau saya pakai 'rada-rada' jangan tersinggung. Ini teori representasi," ujar Fahri.
Inas melaporkan Fahri ke MKD pada Senin (24/8) lalu. Dia melampirkan video rekaman diskusi TV swasta saat Fahri menyampaikan ungkapan anggota DPR 'rada-rada bloon'
Video rekaman diskusi itu sebelumnya diunggah ke youtube oleh akun bernama FaceToFace. Sesi pertama Fahri mulai bicara di menit 7:46 hingga 10:02. Berikut penggalan pernyataan Fahri:
"Orang dalam demokrasi itu tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk oleh presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas, tapi rakyat suka dia, makanya kadang-kadang banyak orang juga datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu. Tapi dalam demokrasi kita menghargai pilihan rakyat, karena itulah kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan mereka sistem pendukung, pusat kajian, ilmuwan, peneliti dan lain-lain dan lain-lainnya. Itulah cara kerja dari lembaga demokrasi." (imk/tor)











































