"Siang tadi kami menulis surat kepada Presiden untuk meminta perhatian Presiden agar keamanaan diperhatikan, penyelenggara dan lembaganya juga dilindungi," kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay dalam diskusi tentang Pilkada yang digelar Fraksi PKB, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Hadar menuturkan, ada 4 peristiwa kekerasan yang dilaporkan dalam surat untuk Presiden itu. Yaitu pengrusakan kantor KPU Manggarai Barat, pembacokan calon kepala daerah di Lamongan, intimidasi kepada anggota KPU Mataram, terakhir ketua KPUToli-Toli yang dipukuli massa pendukung calon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua KPU Toli-Toli menjadi sasaran amukan massa yang menilai keputusan KPU itu salah. Peristiwa yang terjadi saat pengundian nomor urut Selasa (25/8) kemarin itu, menyebabkan ketua KPU Kota Toli-Toli luka serius dan dibawa ke rumah sakit di Kota Palu.
"Jadi kami minta Presiden betul-betul tegas menjamin keamanan dan perlindungan dalam penyelenggaraan Pilkada," ucap Hadar.
Dalam surat itu, KPU juga meminta perlindungan bagi anggota KPU daerah, termasuk meminta agar pelaku kekerasan ditindak tegas. "Kami imbau semua pihak termasuk parpol untuk hindari betul kekerasan. Kalau tidak puas lakukan proses sengketa, itu sudah tersedia," tambahnya. (bal/ega)











































