DetikNews
Rabu 26 Agustus 2015, 19:06 WIB

Gaya Kocak Mentan Amran Saat Dengarkan Curhatan Petani

Elza Astari Retaduari - detikNews
Gaya Kocak Mentan Amran Saat Dengarkan Curhatan Petani Foto: Bagus Prihantoro
Jakarta - Kementerian Pertanian menggelar rapat untuk meningkatkan industri beras. Dalam kesempatan itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendengarkan curhatan petani dengan gaya lucu. Bagaimana ceritanya?

Menteri Amran menjelaskan bagaimana dalam Nawa Cita-nya Presiden Jokowi ingin mewujudkan swasembada pangan dalam waktu 3 tahun. Untuk itu Amran bekerjasama dengan sejumlah unsur berupaya mewujudkan dengan membantu petani maupun industri pertanian.

Ia meminta agar para petani mendistribusikan hasil panennya kepada Bulog untuk menjamin ketahanan pangan. Dalam kesempatan yang dihadiri oleh para petani dan industri pertanian tersebut, Amran menantang seberapa banyak beras yang bisa disetor petani.

"Berapa banyak (beras) yang bapak-bapak bisa berikan? Karena beras yang ditumpuk itu untuk rakyat Indonesia. Coba saya minta perwakilan maju," ucap Amran di acara yang digelar di Lapangan Utama Kantor Kementan, Ragunan, Jaksel, Rabu (26/5/201).

Salah seorang peserta dalam Rapat Upaya Khusus Peningkatan Industri Perberasan maju ke depan. Amran meminta kepada pria yang bernama Bambang untuk menunjukkan kedua telapak tangannya.

"Beneran kamu petani? Masa petani tangannya halus seperti itu. Nggak ada petani kukunya panjang. Ini kalau petani tangannya kasar seperti ini (menunjukkan telapak tangannya sendiri)," kata Amran kepada Bambang yang belakangan mengaku sebagai pengusaha kecil di bidang pertanian.

"Tapi saya pengusaha kecil Pak, modal nggak banyak, utang itu juga pak Rp 100 juta," jawab Bambang.

Mentan lalu menceritakan, saat ia beralih profesi menjadi pengusaha dulu, ia hanya bermodalkan uang sedikit dengan berutang dari bank. Aksi tanya jawab Amran dengan Bambang mengundang gelak tawa hadirin.

"Coba izinkan saya gantian bicara dulu. Masa pak menteri mau omong diserobot terus. Gantian ya. Saya dulu pinjam ke BRI cuma Rp 500 ribu tapi tidak pantang menyerah, jangan mengeluh," ucapnya.

Beberapa petani lainnya pun maju dan ditantang Amran untuk mendistribusikan hasil taninya kepada Bulog. Banyak yang menyanggupi tantangan Amran. Bahkan ada aksi saat Amran dan seorang petani berebut mic untuk berbicara yang kontan kembali membuat para tamu tertawa terbahak-bahak.

Namun yang paling mengundang perhatian adalah seorang petani asal Sukabumi, Pak Asep, yang bercerita tidak mendapat bantuan dari Kementan seperti daerah-daerah lain.

"Dari Dinas Pertanian tidak pernah turun ke lapangan. Tidak ada bantuan-bantuan. Ada bantuan pun harus ditebus. di Pelabuhan Ratu 400 hektar kekeringan, kita buruh air. Tolong Pak bikinin pompa. Pemerintah jangan cuma korupsi," curhat Asep ke Amran.

Amran lalu meminta Asep mencatatkan nama dan alamatnya serta nomor telepon. Ia juga meminta identitas pihak yang meminta tebusan kepada Asep saat hendak mengambil bantuan. Awalnya Asep tidak mau memberitahukan karena merasa takut.

"Bapak saya kasih 4 traktor karena katanya belum ada bantuan. Siapa penanggung jawab Sukabumi. Itu yang minta tebusan sebut namanya siapa. Jangan mengkhianati petani. Aku yang tanggung jawab," ujar Amran membujuk namun dibalas gelengan kepala Asep.

Mentan terus membujuk Asep namun hanya dijawab itu adalah ulah pejabat. Tak mau menerima jawaban Asep, Amran tetap meminta agar identitas pejabat yang dimaksud diungkapkan.

"Ya sudah bisiki ke saya saja. Saya saja yang tahu. Sini bisikan," tutur Amran dan akhirnya Asep pun mau menyebut identitas pejabat yang meminta tebusan dengan membisikannya ke telinga Amran. Gaya persusasi kocak Amran membuat tawa hadirin lagi-lagi meledak.

"Saya akan tindak tegas. Saya pastikan itu," tutup Amran disambut tepuk tangan meriah.
(elz/mok)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed