Salah satu solusi yang diambil pemerintah bagi jemaah yan terlambat mendapatkan visa adalah menggabungkan kloter. Jadi misalnya jemaah yang seharusnya berangkat kloter 1 terpaksa bergabung dengan kloter 15 karena visanya baru jadi.
Β
Seperti yang sudah dijanjikan pemerintah, jemaah yang terlambat terbang nantinya bisa kembali bergabung dengan kloter awalnya saat di Tanah Suci. Namun hal itu baru bisa terjadi di Makkah.
"PPIH Pusat Jakarta segera melakukan koordinasi dan sosialisasi ke masing-masing wilayah dan embarkasi agar setiap calon jemaah haji mengingat dan mencatat di kloter berapa mereka diberangkatkan, serta menyampaikan bahwa proses penggabungan dan kembali ke kloter asalnya akan dilakukan di Makkah dan bukan di Madinah," demikian rilis dari Kantor Urusan Haji (KUH), Rabu (26/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas akan membubuhkan nomor kloter keberangkatan (kloter baru) di gelang identitas jemaah dengan cara membuat nomor kloter keberangkatan dengan kertas yang ditutup isolasi transparan. Hal tersebut sebagai cara efektif pengingat serta petunjuk bagi jemaah dan petugas saat yang bersangkutan tersesat dan susah mengenali nomor kloter keberangkatan.
Nomor tersebut dilepas ketika jemaah berada di Makkah dan digabungkan dengan kloter yang sebenarnya. Untuk tindakan jaga-jaga jemaah akan diberi kartu tambahan yang berisi nomor kloter pemberangkatan dan nama hotel yang akan dihuni serta dimasukkan ke dalam tas paspor jemaah haji.
Pindah-pindah kloter ini hanya dibolehkan bagi 3 jenis jemaah, yakni sedang dalam kondisi sakit sehingga harus dipulangkan lebih awal, sedang ada tugas negara, dan jemaah haji yang berangkat dengan kloter berbeda. Dengan sosialisasi yang baik, jemaah diharapkan bisa memahami soal perpindahan kloter ini dengan mulus. (gah/hri)











































