Setidaknya masih ada 43 calhaj yang terpaksa ditinggal karena belum mengantongi visa. Tujuh di antaranya adalah yang seharusnya berangkat pada hari pertama pada tanggal 22 Agustus lalu.
"Hingga saat ini sudah 15 kloter yang berangkat dari Embarkasi Donohudan (Solo). Data terbaru masih ada 43 jamaah calon haji yang harus menunggu visa haji sehingga masih harus tertahan di Embarkasi. Namun kami sangat optimis semua jamaah akan segera mendapatkan visa," ujar Humas PPIH Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat keterlambatan visa tersebut, sejauh ini PPIH melakukan konfigurasi kloter dengan memajukan jadwal penerbangan jamaah yang telah mengantongi visa dan dinyatakan sudah siap berangkat. Sedangkan jamaah yang terpaksa tertahan, setelah menerima visa nantinya akan mengisi kursi kosong jamaah yang telah dimajukan keberangkatannya.
Dari 43 calhaj yang terpaksa harus menunggu di Embarkasi, 7 di antaranya adalah jamaah asal Cilacap yang seharusnya berangkat pada hari pertama pemberangkatan serentak pada 22 Agustus lalu.
Saat itu dari Embarkasi Solo memang terdapat 68 calhaj yang ditunda keberangkatannya karena belum mengantongi visa. PPIH saat itu menjanjikan bahwa 68 calhaj itu dipastikan akan segera mendapatkan visa dan segera diberangkatkan bersama kloter berikutnya di hari kedua. Namun nyatanya hingga saat ini masih terdapat 7 calhaj yang masih berada di Embarkasi karena belum memiliki visa.
"Di embarkasi ini yang hanya diam, istirahat dan tiduran saja. Kami masih diminta menunggu sampai visanya datang lalu akan diberangkatkan. Yang jelas saya dan istri ingin tetap berangkat haji dan kalau bisa segera diberangkatkan," ujar Harjo Suhardi, salah satu calhaj asal Cilacap. Harjo dan istri seharusnya sudah berangkat 22 Agustus lalu namun hingga saat ini belum menerima visa. (mbr/rul)











































