Capim Sujanarko: Kode Etik KPK Kurang Detail, Tidak Seperti Punya FBI

Capim Sujanarko: Kode Etik KPK Kurang Detail, Tidak Seperti Punya FBI

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Rabu, 26 Agu 2015 14:07 WIB
Capim Sujanarko: Kode Etik KPK Kurang Detail, Tidak Seperti Punya FBI
Foto: Ikhwanul Habibi
Jakarta - Capim yang berasal dari internal KPK, Sujanarko ingin merevisi kode etik yang berlaku di KPK jika dia terpilih sebagai pimpinan. Menurutnya, kode etik yang berlaku di KPK saat ini kurang detail.

"Kelemahan pertama dari kode etik KPK kurang detail. Harusnya saat baca tidak ada lagi multi persepsi. Kalau baca kode etik FBI, ada ribuan lembar. Di KPK tipis sekali. Harusnya semua insan KPK harus tahu secara clear apa yang boleh dan tidak," kata Sujanarko saat sesi wawancara di hadapan pansel KPK di gedung Setneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Jika terpilih menjadi pimpinan, Sujanarko yang sudah bekerja di KPK sejak tahun 2005 itu berniat untuk merevisi kode etik KPK. Dia ingin membuat kode etik KPK yang detail dan mengatur segala kegiatan semua pegawai dan pimpinan KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan kita usulkan untuk dilakukan revisi untuk lebih detail kan apa yang diatur. Kode etik itu dokumen hidup harusnya jadi tiap tahun bisa diubah," jelasnya.

Selain soal revisi kode etik, Sujanarko juga ingin memperbaiki pola komunikasi antara pimpinan KPK dan para pegawai. Menurutnya, selama ini ada yang salah dengan pola komunikasi yang berlaku di KPK.

"Orang KPK harus belajar rendah hati. Pimpinan harusnya datang ke bawah tepuk pundak, ngopi bareng. Itu yang kurang.
Memang di KPK ada yang sangat berbahaya yaitu kewenangan luas dari UU. Itu bisa mengubah seseorang yang dulu nothing. Di KPK memang butuh orang yang cukup rendah hati sehingga tidak jadi konflik berkelanjutan," tutur Sujanarko.


(Hbb/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads