Tangkal Isu Miring, Polisi Ambon Bentuk Pos Bersama

Tangkal Isu Miring, Polisi Ambon Bentuk Pos Bersama

- detikNews
Sabtu, 26 Feb 2005 04:19 WIB
Ambon - Maraknya isu miring yang berkembang di masyarakat Ambon belakangan ini, membuat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease membentuk Pos Komando (Posko) Informasi Bersama, yang berfungsi untuk menangkal berbagai isu provokatif yang berkembang di masyarakat. Posko ini nantinya akan melibatkan unsur kecamatan, polsek dan pemerintah desa.Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP Leonidas Braksan mengemukakan, pembentukan posko bersama ini bermaksud untuk meng-counter semua isu provokatif yang disebarkan orang-orang tertentu di tengah masyarakat. "Salah satu isu yang berkembang adalah terjadi penghadangan jalan oleh kelompok tertentu di Ambon dan adanya rencana penyerangan oleh kelompok tertentu. Setelah dicek kebenarannya, ternyata isu itu tidak benar," kata Leonidas kepada detikcom di Mapolres Prigilima Ambon, Jl. dr Latumeten, Ambon, Jumat (25/2/2005).Selain membentuk posko informasi, Leonidas berjanji akan menuntaskan berbagai kasus kekerasan dengan senjata yang marak terjadi belakangan ini. Hal itu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa kepolisian tetap melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan, baik yang terjadi di KM. Lai-Lai 7 maupun Villa Cafe."Langkah antisipasinya, kita akan tuntaskan proses penyelidikan terkait dengan kasus yang terjadi. Kita juga akan mengcounter isu-isu yang beredar di masyarakat, dengan membentuk Posko Informasi Bersama antara kecamatan dan polsek," jelasnya.Leonidas mengaku, menjelang 25 April yang dirayakan sebagai HUT Kemerdekaan Republik Maluku Selatan (RMS) oleh para pengkiutnya, isu-isu yang menjurus ke provokasi selalu beredar di masyarakat. Isu-isu tersebut turut dikaitkan dengan berbagai peristiwa yang terjadi, termasuk penaikan bendera RMS beberapa waktu lalu."Masalah ini sangat sensitif dan harus diakui sebagian masyarakat di Ambon tidak menerimanya, dan ini rawan mengundang konflik. Rangkaian peristiwa yang terjadi bisa bermaksud menaikkan eskalasi di tengah masyarakat," tukasnya. (ast/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini