Begini Progres Sodetan Ciliwung untuk Tangkal Banjir Jakarta

Begini Progres Sodetan Ciliwung untuk Tangkal Banjir Jakarta

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 26 Agu 2015 12:34 WIB
Begini Progres Sodetan Ciliwung untuk Tangkal Banjir Jakarta
Foto: Edward/detikcom
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengerjakan proyek sodetan Ciliwung. Sodetan ini akan mengalirkan debit air Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Setelah proyek ini bisa difungsikan diharapkan banjir yang kerap melanda Jakarta bisa berkurang.

Seperti apa progres pengerjaan proyek yang menelan biaya Rp 490 miliar itu?

Sodetan Ciliwung membujur sepanjang 1,27 kilometer dengan titik masuknya air (inlet) di Bidara Cina, dan tempat keluarnya air (outlet) di Kebon Nanas.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum T Iskandar menjelaskan saat ini pengeboran masih terus berlangsung. Bahkan dari titik outlet di Kebon Nanas, Jakarta Timur, pengeboran line 1A sepanjang 564 meter sudah hampir selesai.


Foto: Edward/detikcom
Sementara pengeboran di line 2A sudah berjalan sepanjang 370 meter ke arah arah tiang beton (arriving shaft). Diperkirakan pengerjaan dari outlet ke arriving shaft akan selesai pada 20 September nanti.

"Perkiraan kami ini sampai tanggal 20 September pengeboran line 2 dari titik outlet sampai ke arriving shaft di Jl Otista II. Sehingga tanggal 20 nanti posisi line 1 dan 2 sudah tembus," kata Iskandar kepada detikcom lewat telepon, Rabu (26/8/2015).

Setelah pengerjaan line 1A dan 2 A dari outlet ke arriving shaft selesai, maka dilanjutkan pengeboran dari Bidara Cina. Β 

"Nanti akan dilanjutkan lagi dari Bidara Cina, karena lokasi arriving shaft tidak mungkin untuk dilakukan pengeboran, melihat lokasi kecil dengan luasan bidang 8x12 meter. Sementara yang kita butuhkan itu 12x 14 meter," tambah Iskandar.

Sebenarnya, kata Iskandar, pengeboran awalnya akan dilakukan dari titik Inlet di Bidara Cina kemudian tembus ke arriving shaft hingga akhirnya ke outlet. Namun rencana itu terkendala masalah pembebasan lahan di Bidara Cina, Jakarta Timur.

"Jadi sebenarnya untuk metode pelaksanaanya awalnya pengerjaan itu sekali jalan karena kita punya dua mesin (mata bor) waktu itu diharapkan kita langsung kerjakan dari Bidara Cina kemudian tembus arriving shaft hingga akhirnya ke outlet. Akan tetapi karena kemarin ada kendala pembebasan jadi dilakukan dari outlet," papar Iskandar.

(erd/nrl)


Berita Terkait