Pasangan nomor urut 3, Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus) yang diusung Gerindra, PAN, dan Partai Golkar menilai dana kampanye yang akan dikeluarkan pihaknya tidak akan sampai Rp 16 miliar. Namun Sigit yang seorang pengusaha itu tidak menyoal soal besarannya karena ia sudah mempersiapkan dengan tabungan.
"Kebanyakan itu, enggak sampai segitu kalau di kami. Insya Allah itu uang tabungan saya, mas" kata Sigit saat ditanya detikcom, Selasa (25/8/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besar kecil itu relatif, kalau ini proses pemerataan, kita pasangan Hebat Hendy-Ita akan mengikuti regulasi tersebut. Harus ada penyesuaian dari program kerja yang sudah dirancang tim sukses. Tapi Insya Allah pengalaman kita saat Pilgub, Pilpres, dan Pileg kita bisa siasati angka," terang Hendy.
Saat ditanya dari mana dana kampanye yang akan digunakan, Hendy mengatakan dana kampanye nantinya selain dari pribadi Hendy dan Ita, ada juga dari gotong royong atau saweran.
"Ya ada donatur, iuran dari teman-teman fraksi, dari kami dan mbak Ita. Saya rasa banyak kawan-kawan, tidak hanya fraksi Kota Semarang, tapi juga yang ada di Jateng dan DPR RI, terutama teman-teman yang selama ini loyal membantu kita Insya Allah. Saweran, Gotong Royong," tandas Hendy.
Sementara itu pasangan nomor urut 1 Soemarmo Hadi S-Zuber Safawi yang diusung PKB dan PKS menegaskan angka Rp 16 miliar itu terlalu banyak untuk dana kampanye. Mantan Wali Kota Semarang itu juga mengaku tidak memiliki tabungan sebesar itu sehingga, sehingga nantinya dana berasal dari iuran.
"Kalau menururt saya terlalu banyak, kalau idealnya tergantung masing-masing, sak cukupe duite (secukupnya)," tegas Soemarmo.
"Ya sama-sama dengan pak Zuber kami juga mengandalkan partisipasi dari kader dan relawan, apakah ada. Tapi ya untuk itu dari kita sendiri. Kalau dari tabungan saya tidak ada segitu, bisa dilihat kan ada laporan harta kekayaan," imbuhnya saat dikonfirmasi detikcom.
Diketahui sebelum ditetapkan batasan dana kampanye tersebut, sudah dilakukan rapat antara KPU Kota Semarang dan seluruh pasangan calon. Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono menjelaskan, dalam rapat tersebut ada pasangan yang mengusulkan puluhan miliar dan ada yang di bawah Rp 16 miliar.
"Akhirnya disepakati Rp 16 miliar," tandas Henry.
Jumlah sebesar Rp 16 miliar tersebut sudah termasuk pembuatan bahan kampanye sebesar Rp 9 miliar. Kesepakatan besaran dana kampanye itu sudah meliputi enam komponen yaitu untuk rapat umum, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, pembuatan bahan kampanye, jasa manajemen dan konsultasi, dan kampanye dalam bentuk lainnya seperti jalan sehat, bazar, dan lainnya. (alg/try)











































