Zein dan Nusiah, Keluarga Teladan Panutan Para Tetangga

Zein dan Nusiah, Keluarga Teladan Panutan Para Tetangga

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 26 Agu 2015 11:17 WIB
Zein dan Nusiah, Keluarga Teladan Panutan Para Tetangga
Foto: Bagus PN
Jakarta - Pernah mendengar tentang Keluarga Sakinah Teladan? Mungkin memang prestasi ini jarang terdengar, tetapi rupanya ada juga yang meraihnya.

Siang itu Ibu Hj Nusiah Zumriati tengah menghadiri Sidang Tahunan MPR RI atas undangan dari Kemenag. Dia dan suami yakni Bapak H Zein Muchtar diundang karena merupakan Keluarga Sakinah Teladan asal Lampung. Keluarga Sakinah Teladan adalah pasangan yang dianggap mampu mengurus anak-anaknya hingga level pendidikan tertentu dan mengalirkan kebaikanya pada para tetangga.

Kebaikan Nusiah dan Zein berawal dari mirisnya melihat fenomena keluarga yang banyak anak, namun tidak mampu mengurusnya dengan pendidikan yang baik. Mereka pun fokus melakukan itu pada anak-anaknya, hingga mampu membantu para tetangga.

Tak heran, para tetangga yang dibantu oleh Nusiah dan Zein mengusulkan mereka agar jadi perwakilan daerah untuk keluarga Sakinah Teladan. Kebaikan selalu mengalir dari mereka.

"Kami diusulkan dari tingkat RT, RW, sampai Kelurahan dan akhirnya jadi perwakilan daerah," tutur Nusiah di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2015).

Tentu tak serta merta pasangan Zein dan Nusiah diusulkan mengingat mahligai rumah tangga mereka sudah 39 tahun. Semua berawal dari cita-cita tinggi si anak.

"Kami punya lima anak, sekarang sudah besar semua. Dulu sewaktu anak saya nomor dua kecil, dia nonton berita Presiden Soeharto. Dia lalu minta ganti nama jadi Soeharto biar jadi Presiden. Lalu saya bilang, nama kamu sudah bagus kok tidak perlu diganti. Asalkan berusaha pasti bisa jadi Presiden," tutur Nusiah.

Sejak saat itu segala fasilitas anak-anak untuk belajar berusaha dipenuhi Zein dan Nusiah. Meski keduanya hanyalah staf tata usaha dan guru Madrasah Tsanawiyah.

Bagi mereka tak ada alasan yang membuat anak-anak dirampas hak memeroleh pendidikannya. Pendidikan juga tak sebatas institusi formal saja.

"Justru pendidikan terbaik adalah dari keluarga, bukan dari luar. Nah, ini yang saya bagikan kepada tetangga-tetangga sampai akhirnya saya diusulkan sampai sini," ungkap Nusiah.

Anak pertama mereka kini menjadi perawat di kecamatan tempat tinggal mereka, Kedondong. Anak kedua sukses meraih gelar master dari UGM dan menjadi dosen di salah satu PTS Yogyakarta.

Kemudian yang ketiga menjadi guru di lembaga pendidikan bahasa Inggris, keempat sukses berwiraswasta, dan terakhir menjadi guru di MAN Kedondong. Memang tak muluk-muluk, kata Nusiah, tetapi banyak tetangga yang kemudian tergerak dan mulai memperhatikan pendidikan anak-anaknya.

"Sekarang kami membuat pengajian kecil-kecilan di rumah dan banyak berbagi tips-tips juga di situ. Banyak juga yang saling berbagi pengalaman tentang keluarga masing-masing," tutur Nusiah.

(mad/nrl)


Berita Terkait