"Saya akan maafkan apa yang terjadi di masa lalu, tapi mulai hari ini, kalau ada korupsi tak dimaafkan," kata Saut di kantor Setneg, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (26/8/2015).
Saut menyebut, seharusnya KPK berfokus pada kejadian korupsi yang terjadi di waktu dekat ini. Bahkan, capim yang sudah 3 kali gagal jadi pimpinan KPK itu menyebut uang negara yang dilarikan karena kejadian korupsi masa lalu tak perlu dikejar lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar pernyataan Saut, anggota tim pansel terlihat mengernyitkan dahi. Salah satu anggota tim pansel KPK, Betty Alisjahbana kemudian mencecar Saut dengan pertanyaan seputar keinginan Saut untuk mengesampingkan korupsi masa lalu.
"Jadi kalau bapak jadi pimpinan KPK, korupsi masa lalu akan diputihkan?" tanya Betty.
"Tentu tidak langsung memaafkan yang sudah terjadi, kita harus disiplin dan melupakan masa lalu. Tapi tentu kita harus bisa menjelaskan ke masyarakat," tegas Saut menjawab pertanyaan tim pansel.
(kha/hri)











































