PPP Harus Berubah, Muktamar 2007 Dinilai Terlalu Lambat
Sabtu, 26 Feb 2005 02:33 WIB
Jakarta - Pengamat politik dari Freedom Institute Denny JA menyatakan, PPP akan kembali menjadi partai besar pada pemilu 2009 mendatang, bila tidak terlambat melakukan perubahan. Menurutnya, bila menunggu muktamar tahun 2007 nanti, semuanya mungkin sudah terlambat."PPP jangan terlambat berubah, karena suatu partai yang pernah besar lalu agak jatuh sekarang ini, untuk bangkit dibutuhkan waktu yang lama. Tahun 2007 itu terlalu lambat, 2 tahun menjelang pemilu tidak akan cukup, sekarang persaingan partai ketat sekali," kata Denny dalam salah satu sesi diskusi di Silatnas PPP di Hotel Sahid Jaya, Jl.Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/2/2005).Dalam diskusi bertema Peran dan Posisi Politik PPP itu, Denny mengungkapkan, upaya perubahan perlu untuk mendongkrak kembali pamor PPP di tengah tantangan politik yang semakin ketat."Upaya lain, mengusung isu populer di kalangan masyarakat, dan menampilkan elemen muda sebanyak mungkin. Ini bukan hanya karena pertimbangan regenerasi tapi juga tuntutan pasar," ujarnya.Sementara itu, pengamat politik dari UI, Arbi Sanit yang juga hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan hal senada. "Dibutuhkan transformasi kepemimpinan dalam tubuh PPP saat ini," katanya.Arbi juga menambahkan, dibutuhkan konsistensi politik bagi sebuah partai untuk mendapat dukungan masyarakat. "Posisi PPP masih tidak konsisten, kadang mendukung pemerintah, kadang berseberangan dengan pemerintah. Ini membuat rakyat bingung. Bagaimana bisa orang mengikuti partai yang zigzag seperti ini," tukasnya.
(ast/)











































