Jelang Kenaikan BBM, Harga Gula di Ambon Melonjak

Jelang Kenaikan BBM, Harga Gula di Ambon Melonjak

- detikNews
Sabtu, 26 Feb 2005 00:37 WIB
Ambon - Menjelang kenaikan harga BBM, harga gula pasir di Ambon dalam kurun waktu tiga minggu terakhir mengalami kenaikan yang cukup tajam.Menurut pantauan detikcom pada beberapa toko maupun sejumlah kios di Pasar Lama, harga gula berada pada kisaran Rp 6.500,00 per kg. Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Ruko Batu Merah, di mana harga berkisar antara Rp 6.000,00 hingga Rp 6.500,00 per kg. Padahal harga pasaran sebenarnya hanya Rp 5.600,00 per kg.Salah satu pemilik toko yang ditemui detikcom di Pasar Lama, Jumat (25/2/2005), mengemukakan pasokan gula pasir dalam tiga minggu terakhir mengalami penurunan. Sementara permintaan konsumen terhadap gula pasir cukup banyak. "Kita membeli gula dari agen sudah mahal. Jadi mau tak mau kita juga menaikkan harga gula ini," ujarnya.Kenaikan harga gula pasir ini juga diikuti kenaikan harga beras yang berkisar antara Rp 4.000,00 hingga Rp 4.500,00 per kg.Menyikapi hal ini, anggota Komisi B DPRD Maluku, Suhfi Madjid mengatakan, dampak kenaikan harga sembako di Ambon saat ini dipicu rencana kenaikan BBM. "Bayangkan, belum ditetapkannya kenaikan BBM secara resmi, hampir semua sembako di sejumlah pasar di Ambon mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Lalu jika BBM naik lagi, bagaimana? Untuk itu salah satu jalan adalah menunda kenaikan harga BBM. Ini sudah komitmen kami di DPRD Maluku," tandas Madjid.Terkait kenaikan harga ini, Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri dan Meteorologi Provinsi Maluku, Mustakim Amin menegaskan, pihaknya akan melakukan inspeksi terhadap kenaikan harga gula dan sembako lainnya dalam waktu dekat."Sebenarnya kenaikan harga gula sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Padahal harga pasaran hanya Rp 5.600,00 per kg. Harga itu pun sudah dipotong dengan berbagai macam komponen pendukung harga gula. Jadi tidak ada alasan untuk menaikan harganya," katanya ketika ditemui detikcom di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Jl. Yos Sudarso, Ambon.Kendati demikian, Mustakim mengakui, kenaikan harga gula dipicu juga oleh naiknya harga gula pabrikan. Selain posisi stok dalam negeri juga menipis, alokasi gula pasir ke Maluku juga mengalami penurunan.Sementara untuk provinsi Maluku, kata Mustakim, masih tersisa stok yang dapat dikonsumsi masyarakat sekitar dua minggu lagi. "Stok gula yang ada masih bisa dikonsumsi selama dua minggu ke depan," ungkapnya. (/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads