Berdasarkan informasi yang dihimpun, bom rakitan itu ditemukan di dekat tambak warga desa setempat pada Senin (25/8/2015) sekitar pukul 15.00 WIB. Bom rakitan jenis pipa itu memiliki ukuran 4 inci dengan panjang 40 centimeter yang dibalut dengan lakban berwarna kuning.
Lokasi temuan bom terbaru itu, tidak jauh dengan posisi dua buah bom yang meledak pada kamis (23/7/2018) dengan mengakibatkan delapan warga setempat terluka dan harus dilarikan ke RS Arun Lhokseumawe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, bom rakitan itu ditemukan oleh seorang warga setempat bernama Idris. Saat itu idris sedang membersihkan ranting ranting di areal tambak miliknya. Namun tanpa sengaja ia menemukan benda mirip diduga bom. Tidak lama kemudian tim Jibom dari Detasemen Brimob Jeuleukat Lhokseumawe langsung mengamankan bom tersebut.
"Barang bukti bom itu sudah diamankan oleh Tim Jibom dan kasusnya sedang diselidiki pihak Polres Lhoskeumawe," sebutnya.
Kasus teror bom rakitan sudah beberapa kali dilanda oleh masyarakat desa Ujung Pacu. Malah dalam teror itu, sedikitnya delapan orang warga setempat terluka karena dua buah bom rakitan meledak di bawah pos jaga desa stempat pada Sabtu (8/8/2015) sekitar pukul 22.00 WIB. Teror tersebut terkait dengan warga setempat yang saat ini gencar melawan narkoba. (imk/imk)











































