Keenam kawasan hutan rawan terbakar itu adalah hutan di Gunung Cermai (Jabar), Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Slamet, Gunung Sumbing (Jateng), dan Gunung Kawi (Jatim).
Seperti diketahui kebakaran hutan mulai melanda di kawasan tersebut, akhir pekan lalu tidak kurang dari 90 hektar kahan hutan di Gunung Merbabu yang meliputi wilayah Magelang, Semarang dan Boyolali hangus terbakar. Sedangkan di hutan Gunung Lawu saat ini api masih berkobar membakar hutan-hutan di lereng Gunung tersebut di wilayah Ngawi dan Karanganyar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran di kawasan hutan di lereng Gunung, kata Sutopo, biasanya akan menjadi kebakaran dengan skala besar karena upaya pemadamannya membutuhkan waktu relatif lama mengingat lokasinya sulit dijangkau dengan peralatan sehingga pemadaman hanya bisa dilakukan cara manual. Dalam kondisi seperti itu, langkah maksimal yang bisa dilakukan petugas hanyalah langkah melokalisasi api agar tidak meluas.
"Sulit melakukan pemadaman di hutan dalam kondisi kemarau seperti sekarang. Peralatan pemadaman modern seperti water bombing tidak bisa dikerahkan karena lokasinya sulit diakses. Hujan buatan juga sulit diusahakan karena tidak ada bibit awan di musim kemarau. Akhirnya ya pemadaman secara manual sembari menunggu api mati dengan sendirinya," lanjut Sutopo. (mbr/try)











































