Ungkap Cara Kelabui PPATK, Capim Gudono Inginkan Sistem Audit Diperbaiki

Wawancara Capim KPK

Ungkap Cara Kelabui PPATK, Capim Gudono Inginkan Sistem Audit Diperbaiki

Dhani Irawan - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 19:05 WIB
Ungkap Cara Kelabui PPATK, Capim Gudono Inginkan Sistem Audit Diperbaiki
Foto: Taufan Noor
Jakarta - Mohammad Gudono menyebut audit di Indonesia terus berkembang meskipun ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan. Oleh sebab itu, Gudono ingin KPK lebih meningkatkan kerja sama dalam hal audit.

"BPK dari waktu ke waktu selalu research dan development. Saya dulu Direktur Litbang, dari hasil temuan kita melihat tren database-nya. Kurs misalnya mengundang peluang fraud. Ini sehari dia bisa dapat 3 persen 5 persen. Teknologi harus dikembangkan. Asuransi misalnya, bisa menjadi modus korupsi juga, misalnya, transfer di atas 100 juta ditangkap PPATK, gimana caranya? Bisa melalui asuransi, puter seminggu, tarik lagi denda it's okay," kata Gudono saat wawancara di gedung Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).

Gudono kemudian menjelaskan lebih lanjut dengan mengaitkan melalui paper yang ditulisnya bahwa sistem yang ada perlu diperbaiki. Dia mencontohkan salah satu kementerian yang dari tahun ke tahun menjadi 'langganan' KPK dan kemungkinan berasal dari sistem yang buruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Barangkali kalau dikaitkan dengan paper saya, saya kasih nama restorasi. Intinya bagaimana kita memperbaiki sistem yang sudah rusak. Ini dasarnya kita lihat suatu departemen itu dari menterinya dan eselonnya ditangkap KPK, kenapa? Ketika ditangkap sistemnya masih sama, tanpa upaya memperbaiki sistemnya, dengan menggandeng BPK lembaga lain kita bisa memperbaiki sistem itu," ujarnya.

Kemudian mengenai pelacakan aset, selama ini yang mengurusi dari eselon 3 yang terlalu rendah. Gudono menilai untuk kepentingan itu seharusnya pejabat yang menangani harus memiliki posisi yang kuat.

"Untuk penting harusnya eselon yang kuat untuk meng-handle. Bukan tidak mungkin, saya akan merombak struktur KPK, saya sudah membantu melakukan itu di BPK," ucapnya. (dhn/hri)


Berita Terkait