Salah satunya adalah Putri (27), warga Gang Anwar, Kampung Pulo. Ia pindah ke rusun karena rumahnya yang di pinggir kali Ciliwung termasuk daerah langganan banjir yang terkena relokasi.
"Saya sudah menempati rumah di Gang Anwar dari kecil. Dari lahir saya di situ. Jadi sudah 27 tahun," ujar Putri di rusunawa yang beralamat di Jl Jatinegara Barat, Selasa (25/8/2015).
![]() Putri menata dagangannya di salah satu unit di Rusun Jatinegara Barat. (Foto-Yudhistira/detikcom) |
"Karena rumah saya di tepi Sungai Ciliwung, jadi ya terkena gusur," lanjutnya.
Menurut Putri, ia sudah ikhlas merelakan rumahnya untuk digusur. Putri merupakan salah satu warga Gang Anwar yang bersedia untuk direlokasi ke rusun.
"Soal ikhlas (karena rumah digusur) sih, ikhlas mas. Kami pindah ke sini juga ikhlas," tambahnya.
Putri menuturkan bahwa pindah ke rusun membuat dirinya beruntung. Apalagi ia menempati unit persis di depan lift.
"Saya kan jualan kelontongan gini. Dan kebetulan kedapatan unit persis yang kalau orang keluar lift itu bisa lihat dagangan saya," tuturnya.
Menurutnya, dulu ketika berjualan di rumah, dagangannya tak terlalu laris. Kini, ketika berjualan di rusun, dagangannya cukup laris.
"Alhamdulillah, semenjak pindah ke rusun dagangan saya jadi laris. Orang pada tahu saya jualan. Kadang yang ke sini beli teh atau minta dibuatin kopi. Anak-anak beli biskuit," ucapnya sumringah.
"Kalau di sana (rumah yang lama) kurang begitu laris. Padahal sama-sama rumahnya di pojok juga. Ya di sini cukup untunglah," tutupnya.
  Â
(erd/erd)












































