Lereng Selatan Gunung Slamet Terbakar, Diduga Ulah Orang yang Teledor

Lereng Selatan Gunung Slamet Terbakar, Diduga Ulah Orang yang Teledor

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 17:50 WIB
Banyumas - Warga sekitar lereng selatan Gunung Slamet yang berada di wilayah Banyumas, Jawa Tengah dikejutkan dengan munculnya titik api yang berada di kawasan padang ilalang yang berada tepat di atas hutan lindung lereng selatan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa (25/8/2015). Untuk mencapai lokasi tersbeut dibutuhkan waktu tempuh sekitar delapan jam lebih.

"Kami telah mengirimkan tim pendahulu untuk memeriksa lokasi yang berada di Igir Duwur," kata Administratur Kepala Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur, Wawan Tribowo kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, Kawasan Igir Duwur berada di antara wilayah Desa Windujaya, Melung dan Kalisalak Kecamatan Kedungbanteng. Sementara untuk luasan wilayah yang terbakar, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti luasan wilayah yang terbakar, tapi dia menduga lokasi kebakaran berada di petak 58 yang berada di balik bukit punggung selatan.

"Dugaan sementara lokasi kebakaran berada diketinggian 2.500 mdpl atau di petak 58 yang posisinya berdekatan dengan pos lima pendakian," jelasnya.

Saat ini pihaknya sudah mengirim tim kedua dari unsur TNI/Polri serta masyarakat yang naik dari sisi barat menyusuri Sungai Jomblang untuk membuat pos. "Fungsinya untuk menjembatani komunikasi antara tim yang ada di atas dengan tim yang ada di bawah karena lokasinya sulit dijangkau dan terkendala komunikasi," ujarnya.

Nantinya, tim akan membuat agar api tidak merambah ke hutan lindung jika benar lokasi yang diduga terbakar tersebut berada di padang ilalang. Dengan membuat ilaran tersebut, kebakaran akan dapat diarahkan menuju hulu sungai Banjaran yang posisinya tidak jauh dari lokasi tersebut.

"Diduga kebakaran terjadi karena ulah manusia yang teledor. Seperti saat kebakaran di Rawalo beberapa waktu lalu," ungkapnya. (arb/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini