Di Depan Mahasiswa UGM, Risma Pamer Gadget yang Bisa Pantau Macet Surabaya

Di Depan Mahasiswa UGM, Risma Pamer Gadget yang Bisa Pantau Macet Surabaya

Sukma Indah Permana - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 17:40 WIB
Di Depan Mahasiswa UGM, Risma Pamer Gadget yang Bisa Pantau Macet Surabaya
Foto: Sukma Indah Permana
Yogyakarta - Meski sedang ke luar kota, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini rupanya tak pernah lepas memantau kemacetan dan banjir. Saat mengisi kuliah perdana mahasiswa baru pascasarjana UGM, Risma memamerkan gadgetnya yang bisa memantau Surabaya secara langsung.

"Saya bisa realtime, mengawasi (macet dan jalanan) lewat iPad saya. Jadi kami punya 1.000 titik CCTV," ujar Risma di hadapan 3.904 mahasiswa baru program pascasarjana UGM tahun ajaran 2015/2016 di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (25/8/2015).

Risma menampilkan tayangan di aplikasi yang terhubung dengan CCTV di kota Surabaya di dua layar raksasa di kanan dan kiri Risma. Sehingga ribuan mahasiswa dapat ikut melihat bagaimana alat itu memantau kondisi jalanan di kota Pahlawan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita punya intelligent Transportation Systems. Kepadatan bisa dijaga. Saya nggak pernah pakai voorijder, kalau saya telat, Sabtu Minggu saya bisa ke 10 tempat, nah saya butuh cepat. Saya hijaukan terus, nggak dapat merah," kata Risma.

Masih soal transportasi, Risma menceritakan rencananya memiliki trem di Surabaya. Saat ini pihaknya sedang melakukan tender.

"Kalau penduduk sudah di atas 1 juta, sudah nggak masuk akal kalau pakai bus," imbuhnya.

Tak hanya itu, Risma juga bercerita dia memiliki beberapa grup di aplikasi Line, mulai dari grup lurah hingga grup kepala dinas. Dia mengaku dengan dengan adanya grup percakapan ini, kinerja para perangkat di bawahnya bisa berjalan lebih cepat.

"Saya punya grup LINE, grup lurah, grup camat, grup kepala dinas. Kalau ada yang mampet, langsung diposting saja di grup kepala dinas, enak saya," kata Risma sambil tersenyum lebar dan disambut tepuk tangan ribuan hadirin.
Komplain masyarakat, kata Risma, juga dikelola secara online. Dia bersama jajarannya di media center mengelola komplain yang masuk melalui beberapa media sosial seperti Facebook dan Twitter.

"Harus dijawab 1x24 jam. Kalau nggak dijawab, lebih dari 1x24 jam, saya yang jawab. Itu yang saya lakukan di media center saya. Perubahan itu tidak mudah, utuh ketelatenan, dan kesabaran," ulasnya.

Meski butuh kesabaran, Risma tak menampik bahwa di beberapa kondisi dia memang harus marah. Kemarahan Risma bukan tanpa sebab.

Jika ada pelanggaran, Risma tak akan memberi ampun.

"Saya komunikasi pakai HT, jadi kalau saya marah di HT, semua dengar. Nggak ada yang berani," kata Risma.

Suatu saat, Risma pernah memergoki petugas yang bertanggungjawab pada operasional pompa air tertidur saat bertugas. Padahal Risma sudah menginstruksikan untuk segera menyalakan pompa.

"Saya datangi, ternyata tidur. Saya tendang dia. 'Bangun! Kamu katanya 86, kok tidur'," teriak Risma menceritakan situasi saat itu.

Para hadirin kembali tertawa mendengar cerita tentang aksi Risma tersebut.

Risma juga mengisahkan tentang posisinya sebagai wali kota otomatis membuat dia tak bisa berperan sebagai ibu rumah tangga seperti pada umumnya. Hal itu juga telah dikomunikasikan dengan suami dan anak-anaknya.

"Saya bilang ke keluarga, kalau ada yang bunuh saya. Ini resiko saya, keluarga nggak boleh nuntut," tutur Risma.

Keluarga sangat mendukung Risma. Bahkan, saat Risma pernah berpikir mundur dari jabatannya, sang suami lah yang mengingatkannya tentang niat awalnya menjadi wali kota Surabaya.

"Suami bilang, Tuhan memberi kesempatan kamu membantu orang lain, kenapa dilepas," kata Risma.

"Nikmatnya bukan materi, ngga ada kalau jadi wali kota. Kalau bisa membantu orang lain, itu nikmatnya bukan main," imbuhnya.

Salah satu perubahan yang berkesan bagi Risma, adalah saat dia menemukan anak yang hampir memukul seorang nenek di pasar.Β  Anak itu kemudian dididik dan diarahkannya menjadi petinju.

Sekarang, anak yang tadinya dikenal nakal telah menjadi atlet tinju dan akan mengikuti turnamen tinju nasional kelas bulu.

"Kemarin bilang ke saya minta uang saku. Nanti saya mau antar dia ke Jakarta," tuturnya sambil tersenyum lebar. (sip/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads