Para pendiri bangsa Indonesia, menurut Zulkifli, menghayati Pancasila dengan hati nurani dan perenunangan yang panjang dengan melihat dan memahami keberagaman yang ada di Indonesia. Isi dari sila keempat Pancasila, tentang musyawarah dan mufakat, sangat terasa diimplementasikan.
"Sekarang berbeda jauh hampir di semua lini terjemahan musyawarah dan mufakat sangat jauh dari esensi sila keempat. Sekarang esensi dari musyawarah mufakat adalah bagaimana caranya bisa menang. Yang memang mengambil semua sedangkan yang kalah terpuruk," kata Zulkifli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zulkifli, pemahaman dan pengamalan sila keempat Pancasila itu yang paling penting. Karena kurangnya pemahaman itu, bangsa ini seperti kehilangan rohnya.
"Saya tekankan di situ. Sejatinya menurut saya, pemahanan dan pengamalan Pancasila sila keempat itu, esensinya adalah kekeluargaan dan kegotong royongan. Itu harus dipahami jangan sampai bangsa ini kehilangan roh kebangsaan yakni nilai-nilai luhur bangsa," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Zulkifli Hasan mengharapkan agar seminar tersebut akan bisa menghasilkan satu pemikiran yang baik bagi sistem ketatanegaraan Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Jawa Timur itu, Zulkifli juga mengunjungi sebuah pabrik alat rumah tangga (Maspion), di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (24/8) kemarin. Zulkifli juga mengunjungi Pelabuhan Gresik untuk melihat seperti apa kondisi masyarakat di tengah kesulitan ekonomi saat ini.
"Saya lihat tidak ada PHK, hanya jam kerjanya dikurangi. Kalau di pelabuhan saya lihat keramaiannya berkurang," kata Zulkifli. (van/tor)











































