Soal Visa Haji, Menag Janji Terselesaikan dalam 2 Hari ke Depan

Soal Visa Haji, Menag Janji Terselesaikan dalam 2 Hari ke Depan

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 15:40 WIB
Soal Visa Haji, Menag Janji Terselesaikan dalam 2 Hari ke Depan
Foto: Grandyos Zafna
Surabaya - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menyampaikan permohonaan maaf bagi calon jamaah haji yang mengalami penundaan karena visa. Menag berjanji, dalam 2 hari ini permasalahan tersebut terselesaikan dan semua jamaah dapat diberangkatkan menjalankan ibadah haji.

"Terkait visa, kami mewakili pemerintah menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya kepada jamaah haji dan keluarganya yang terpaksa tertunda keberangkatannya," kata Menag Lukman Hakim Syaifuddin kepada wartawan usai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional ke-9 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (25/8/2015).

Ia membeberkan faktor penundaan keberangkatan calon jamaah haji yang disebabkan adanya perubahan pengurusan visa pada tahun ini. Katanya, tahun ini memang memerlukan waktu yang lebih panjang, karena seluruh data-data setiap jamaah haji tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia harus terdata dan terintegrasi di dalam sistem e-hajj.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengintegrasian seluruh data jamaah, tidak hanya nama yang bersangkutan, tetapi juga nomor paspor, maskapai penerbangan yang digunakan, hotel tempat menginap di Makkah, transportasi darat, tempat tinggal di maktab, di Mina, katanya semuanya harus dientry dan sebagai data terintegrasi.

"Sehingga entri data, input data banyak sekali dan memerlukan waktu yang lebih panjang dalam pemrosesan bisa, yang kemudian berakibat pada sebagian jamaah kita di kloter (kelompok terbang). Tapi hanya kloter tertentu dan tidak semua kloter yang terpaksa sampai keberangkatan belum selesai visanya sehingga tertunda," katanya.

"Ini memerlukan waktu yang panjang. Apalagi Indonesia jumlah jamaah haji terbesar di dunia, tidak kurang dari 155.200 orang, yang karena perubahan yang baru diberlakukan tahun ini dan dilakukan di tengah-tengah menjelang keberangkatan jamaah haji," jelasnya.

Selain menyampaikan permohonaan maaf, politikus PPP ini juga meminta jamaah memahami kendala yang dihadapi dalam proses entry data.

"Bukan berarti pemerintah Indonesia tidak mengantisipasi. Kita sangat mengantisipasi, tapi perubahan-perubahan ini menjelang keberangkatan dan sudah tidak cukup waktu lagi meskipun dikerjakan selama 24 jam nonstop," paparnya.

Penerapan sistem baru memang membutuhkan waktu panjang. Kata Lukman, tidak semua operator SDM yang dimilikinya dapat dengan mudah dan lancar memasukkan data. Karena ada beberapa kendala seperti error, ketidaktepatan dalam menempelkan foto dan lain sebagainya.

"Kesalahan-kesalahan sifatnya teknis itu, lalu ditolak oleh sistem. Kemudian memerlukan waktu lagi untuk dirapikan lagi disempurnakan," ujarnya.

"Tapi alhamdulillah, mulai sekarang sudah semakin terbereskan semuanya. Insya Allah mulai besok sudah normal lagi," tandasnya.

Gangguan dalam pengurusan visa berakibat pada tertundanya keberangkatan jemaah haji di sejumlah daerah. Seperti di Solo, Surabaya, Medan, Makassar, dan lain-lain. Kini, sebagian di antaranya sudah diberangkatkan. (roi/try)


Berita Terkait