Selain mencuri perhatian, 9 perempuan itu memiliki latar belakang bermacam-macam yang tak bisa dipandang sebelah mata. Ada yang ahli perbankan, ada yang ahli tata negara dan hukum serta ada pula yang ahli di bidang pencucian uang.
Kiprah 9 srikandi itu makin terlihat ketika menggelar wawancara tahap akhir seleksi capim KPK. Proses wawancara yang terbuka itu tak melulu diisi hal-hal yang serius lantaran pansel menyelingi dengan candaan.
Pansel Capim KPK (Agung/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika salah satu capim KPK Giri Suprapdiono sempat kikuk ketika sering disebut ganteng oleh anggota pansel Supra Wimbarti hingga ditanya soal selingkuh. Pengunjung sempat dibuat terbahak terkait pertanyaan itu.
"Anda ini masih muda, ganteng, punya jabatan. Bagaimana equip diri Anda supaya tidak tergoda perempuan? Kalau tergoda harta sudah biasa," tanya Supra kepada Giri.
Selain pertanyaan-pertanyaan substansial, pansel memang sering memberi pertanyaan yang tidak terduga atau bahkan sekadar komentar untuk mencairkan suasana. Seperti ketika Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji duduk menghadap 9 pansel.
Suasana yang tegang langsung pecah ketika anggota pansel Harkristuti Haskrisnowo bertanya soal harta kekayaan purnawirawan TNI itu. Hal itu lantaran sang jenderal lupa memiliki berapa banyak rumah.
"Lupa? Mobil juga banyak? Ada moge juga?" kata Harkristuti yang kaget karena Hendardji kelupaan jumlah rumahnya.
Sama halnya ketika capim KPK lainnya Johan Budi yang sempat dipotong penjelasannya oleh Harkristuti karena dianggap terlalu panjang. Tanpa disangka Johan malah mengatakan penjelasan itu agar pansel lebih paham.
Tak pelak Harkristuti merasa 'diejek' dengan penjelasan Johan. Namun cara penyampaian Harkristuti yang kocak langsung membuat Johan dan para pengunjung tergelak.
Harkristuti memang menjadi salah satu anggota pansel yang sering memberi komentar dan pertanyaan yang terkesan kocak namun sebenarnya mendalam. Dia sering mengawali pertanyaan dengan hal-hal pribadi capim yang mengundang tawa.
Namun tetap saja, para capim seringkali grogi sebelum mendapat pertanyaan. Seperti ketika capim KPK Laode Muhamad Syarif yang langsung mengatakan takut ketika akan ditanya Harkristuti.
"Saya juga takut, Pak," celetuk Harkristuti.
Meskipun seringkali diselingi canda, pansel tak melupakan tugasnya untuk menggali pandangan capim tentang berbagai hal tentang KPK. Beberapa isu dan latar belakang capim yang dianggap miring juga ditanyakan pansel dengan kritis. (dhn/hri)











































Pansel Capim KPK (Agung/detikcom)