Kapolda Metro Sambangi Rusun Jatinegara, Tinjau Warga Kampung Pulo

Kapolda Metro Sambangi Rusun Jatinegara, Tinjau Warga Kampung Pulo

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 13:28 WIB
Kapolda Metro Sambangi Rusun Jatinegara, Tinjau Warga Kampung Pulo
Foto: Yudhistira/detikcom
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian siang ini mendatangi Rusunawa Jatinegara Barat, yang merupakan lokasi relokasi warga Kampung Pulo. Menyambut hari ulang tahun Bhayangkari, Kapolda bersama istri dan rombongan meninjau sekaligus memberikan hiburan bagi para warga yang baru saja menempati rumah baru mereka.

Kapolda mendatangi rusun yang terletak di Jl Jatinegara Barat, Jakarta Timur, sekitar pukul 12.50 WIB, Selasa (25/8/2015). Didampingi sekitar 50 ibu-ibu Bhayangkari dan Ketua Tim relawan Merah Putih, Maruarar Sirait, dan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Husen Murad, Kapolda langsung menemui ratusan warga rusun yang sudah berkumpul di lobi.

"Apa kabar semuanya? Gimana, enak kan rasanya tinggal di rusun?" tanya Kapolda melalui mikrofon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Enaaak...," jawab warga yang mayoritas anak-anak dan ibu-ibu.
Β 
"Anginnya semilir, bisa naik lift, anak-anak bisa main-main di sini. Tapi jangan sering-sering naik litfnya, nanti rusak," tambah Kapolda.

Baca juga infografis: Mengapa Kampung Pulo Direlokasi?

Belum ada keluhan dan aduan yang dilaporkan warga kepada Kapolda. Hingga siang ini warga tampak menikmati beragam fasilitas gratis seperti pemeriksaan kesehatan yang disediakan Polda Metro Jaya.

"Kedatangan kami untuk melihat Rusun Jatinegara Barat. Apa yang kurang akan kami sampaikan ke Gubernur Ahok. Ini-ibu di sini akan mendapatkan tempat yang layak setelah direlokasi dari Kampung Pulo," ujar Maruarar Sirait yang anggota DPR dari PDIP ini.

Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka perayaan ulang tahun Bhayangkari di lobi Rusun Jatinegara Barat. Mulai dari pembagian sembako hingga lomba merwarnai untuk anak-anak.

Rusunawa Jatinegara Barat terletak 1 km dari Kampung Pulo yang direlokasi. Selama 3 bulan pertama warga bisa tinggal gratis, baru bulan keempat warga membayar Rp 10 ribu per hari.

(rni/nrl)


Berita Terkait