Dominius dan Tasya, Pemuda Pemudi Istimewa dari Timur dan Barat Indonesia

Pemuda Pemudi Paskibraka

Dominius dan Tasya, Pemuda Pemudi Istimewa dari Timur dan Barat Indonesia

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 11:20 WIB
Dominius dan Tasya, Pemuda Pemudi Istimewa dari Timur dan Barat Indonesia
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Matahari masih belum terlihat di timur, namun puluhan anggota pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional sudah bersiap-siap. Hari itu, 17 Agustus 2015, pemuda-pemudi itu mendapat mandat untuk mengibarkan bendera pusaka di depan Presiden Jokowi dan tamu negara.

Mereka yang terpilih adalah para pemuda-pemudi yang lolos seleksi ketat, mulai dari tingkat wilayah, kota/kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional. Pada tingkat nasional, tiap provinsi akan diwakili oleh dua orang terpilih untuk diutus ke Jakarta dan mendapat pelatihan selama satu bulan.

Mereka dikarantina dan mendapat pelatihan yang ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mereka juga dilarang bertemu dengan orangtuanya. Semuanya konsentrasi untuk persiapapan upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di Istana Merdeka, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rhinto Dominikus Doni (18) berbagi cerita bagaimana akhirnya dia bisa terpilih dan mewakili daerahnya di Omesuri, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Dominikus tak menyangka bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2015. Padahal menurutnya daerah tempat tinggalnya Lembata merupakan daerah terpencil.
Foto: Edward/detikcom


"Awalnya saya ikut seleksi bulan Mei di Kabupaten, kemudian terpilih 6 orang diseleksi lagi untuk tingkat nasional dan akhirnya saya terpilih. Nggak nyangka bisa berangkat ke Jakarta seperti ini, apalagi SMA saya baru pertama kali siswanya terpilih," ucap Dominikus saat berbincang dengan detikcom di Bumi Perkemahan Cibubur, Jaktim, Senin (24/8/2015).

Meski jauh dari orang tua selama menjalani karantina, Dominikus tak merasa kesepian karena di tempat pembinaan dia bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai provinsi. Orang tua Dominikus sangat bangga anaknya bisa menjadi petugas Paskibraka di Istana.

Dengan terpilihnya Dominikus menjadi Paskibraka dia berharap pemerintah bisa lebih perhatian kepada sekolah-sekolah di daerah terpencil seperti daerahnya.

"Ya saya ini angkatan pertama dari Bala Uring, sekolah saya baru dibangun. Di satu sisi saya bangga membawa nama sekolah dan berharap kepada pemerintah agar sekolah kami bisa lebih diperhatikan lagi supaya bisa lebih maju," ucapnya.

Senada dengan Dominikus, Nadila Tasya Aprilia (16) siswi asal SMAN 1 Langsa, Aceh itu juga terpilih menjadi Paskibraka Nasional 2015. Tasya tak pernah membayangkan bisa tampil di depan Presiden RI dan menjadi petugas terdepan di acara peringatan detik-detik proklamasi.
Foto: Edward/detikcom


"Saya tidak nyangka kalau terpilih sebagai Paskibraka di Istana karena seleksinya itu ribuan orang." ucapnya bersemangat.

Setelah lulus, Tasya bercita-cita untuk masuk Akademi Polisi (Akpol). Dia ingin mengabdi pada negara, sesuai dengan pembinaan yang diterimanya, menjadi Paskibraka bukan hanya membawa bendera tapi mereka juga disiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa.

"Ingin ngetes Akpol, dari dulu cita-cita ingin jadi Akpol," ucapnya tersenyum.

(slm/mad)


Berita Terkait