Ahok mengatakan, fasilitas rusun itu dilakukan sebagai ganti uang kerohiman yang kini sudah tidak boleh lagi diberikan.
"Ya sama dong (dengan uang kerohiman). Kalau kirim makanan 3 bulan enggak bayar ya kan? Pakai air listrik enggak bayar, padahal ini rusun bisa dipakai seumur hidup. Sampai tujuh, sepuluh turunan boleh," kata Ahok di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi DKI itu tidak pernah menyewakan rusun, orang salah. Kami juga enggak pernah menjual rusun. Itu kan wajar iuran. Kamu tinggal di rumah aja ada iurannya," jelas Ahok.
"Nah sama aja kayak kamu bayar uang sampah ditambah kamu buang sampahnya ke belakang ke Ciliwung. Udah kalinya dangkal, dipatok itu tanah, bikin kontrakan, ya sungai tambah sempit," tambahnya. (rjo/hri)











































