"Menurut catatan kami, bapak rumahnya banyak. Ada berapa rumah?" tanya Tuti ketika bertanya kepada Hendardji di gedung Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
"Lupa," jawab Hendardji yang lalu disambut tawa pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hahaha, ya ada yang dipakai saya, istri saya, anak-anak saya," kata Hendardji.
Hendardji termasuk rajin melaporkan LHKPN-nya ke KPK. Dia mengaku telah melaporkan hartanya di tahun 2002, 2006, 2008, 2011 dan 2012.
Dia telah mengabdi di TNI selama 36 tahun. Hendardji menilai pengalamannya berdinas di TNI itu bisa disumbangkan untuk kemajuan KPK ke depan.
"Strategi (hal yang disumbangkan sebagai pengalaman selama menjadi TNI). Strategi memang dikembangkan di dunia militer, korupsi itu terjadi sudah puluhan tahun, diperlukan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Tidak mungkin serta merta," kata Hendardji. (dhn/hri)











































