Ratusan warga yang mengaku sudah tinggal di tepi Waduk Pluit secara turun-temurun awalnya menolak relokasi tersebut. Apalagi lokasi rumah susun yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI jauh dari Pluit. Namun setelah Pemprov DKI menjamin tersedianya pekerjaan dan sarana transportasi, warga pun akhirnya setuju pindah ke rumah susun.
Tahun ini di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Pemprov DKI kembali melakukan relokasi. Kali ini yang dipindahkan adalah warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Relokasi dilakukan karena daerah yang persis di tepi Kali Ciliwung itu selalu dilanda banjir sejak tahun 1977.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari berikutnya proses relokasi warga berjalan mulus. Permukiman warga di Kampung Pulo telah rata oleh tanah. Ahok akan menjadikan tepian Kali Ciliwung menjadi 'seindah' Waduk Pluit agar Kampung Pulo tak lagi banjir.
Langkah Ahok mencegah banjir melanda Jakarta tak berhenti di Kampung Pulo. Rencananya setelah ini relokasi juga akan dilakukan bagi warga yang tinggal di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Khususnya meraka yang tinggal di permukiman kumuh di tepi Kali Ciliwung.
Pemprov DKI menyiapkan rusun di Cipinang Besar Selatan (Cibesel) dan Pulogebang untuk warga Bukit Duri yang akan direlokasi.
"Bukit Duri kita siapkan ada 2 rusun di Cibesel sama di Pulogebang," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
Baca juga infografis: Mengapa Kampung Pulo Direlokasi?
Total ada 310 unit hunian di dua rusun tersebut. "Di Cibesel (Cipinang Besar Selatan) kalau nggak salah ada kira-kira 160 unit. Yang di Pulogebang kalau nggak salah 150 unit," jelas Ahok.
Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun sodetan Kali Ciliwung. Proyek ini mengharuskan Pemprov membebaskan lahan seluas 1,35 hektar di Bidara Cina, Jakarta Timur. Warga yang tinggal di tanah tersebut juga akan direlokasi.
Pada Senin kemarin, Gubernur Ahok mengatakan pihaknya belum dapat menertibkan hunian di kawasan tersebut karena rusun untuk relokasi warga belum tersedia.
"Mereka (warga Bidara Cina) nanti dipindahkan kalau rumah susun sudah tersedia," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T Iskandar mengatakan relokasi ini diyakini bisa mengatasi masalah banjir di Kampung Pulo dan permukiman di tepi kali Ciliwung.
"Secara akses Kali Ciliwung di Kampung Pulo bisa dinormalisasi, relokasi ini minimal buat Kampung Pulo tak banjir lagi lah," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T Iskandar saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2015).
Setelah Kampung Pulo, akankah relokasi warga Bukit Duri dan Bidara Cina berjalan mulus?
(erd/nrl)











































