"Secara akses Kali Ciliwung di Kampung Pulo bisa dinormalisasi, relokasi ini minimal buat Kampung Pulo tak banjir lagi lah," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T Iskandar saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2015).
Iskandar menjelaskan setelah relokasi, saat ini sepanjang area yang sudah steril dari bangunan warga akan dipasang tiang pancang untuk pembangunan dinding turap (sheet pile). Pemasangan tiang pancang ini sebagai rangkaian normalisasi Ciliwung. Ditargetkan pemasangan tiang ini selesai akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Kampung Pulo Bakal Diubah Jadi Kawasan Wisata Air, Seperti Apa?)
Kemudian, tahap selanjutnya di Kampung Pulo ini akan dibangun sodetan yang berfungsi sebagai pengendali air Kali Ciliwung.
"Kita buat semacam drainase, sodetan yang bisa jadi pengendali aliran debit air Ciliwung," tuturnya.
Menurutnya, upaya normalisasi Sungai Ciliwung akan terus dilakukan mulai dari kawasan jembatan tol TB Simatupang hingga ke Pintu Air Manggarai dengan panjang mencapai 19 kilometer. Relokasi warga Kampung Pulo diharapkan membantu upaya normalisasi ini.
"Panjang ada sekitar 19 kilometer buat normalisasi ini. Itu kan sudah dirancang dari jembatan TB Simatupang sampai Pintu Air Manggarai,"Β sebut Iskandar.
Baca juga infografis: Mengapa Kampung Pulo Direlokasi?
Bila kondisi Ciliwung bisa tertata dan bersih, dia yakin kali ini bisa menjadi potensi obyek wisata yang menjadi ciri khas Ibukota. Namun, harapan ini perlu upaya keras dan proses waktu.
"Semuanya enggak tertutup. Selama tertata, bersih, disipilin, Ciliwung ini bisa buat obyek wisata. Kenapa enggak?" tuturnya. (hty/fdn)











































