PHP akan Tindak Pengurus PPP yang Hadiri Silatnas

PHP akan Tindak Pengurus PPP yang Hadiri Silatnas

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2005 18:15 WIB
Jakarta - Pengurus Harian Pusat (PHP) PPP akan menindak pengurus PPP yang menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPP. Hanya bentuk tindakan seperti apa, masih akan dibahas dalam rapat PHP PPP dalam waktu dekat."Pengurus PHP yang datang ke Silatnas membodohi diri sendiri. Jelas-jelas mereka menghadiri dan ikut dalam pengambilan keputusan partai. Tapi mereka sendiri melanggar keputusan tersebut," jelas Wakil Ketua Litbang PPP, Mahmud F Rakasima saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (25//2/2005).Sebelumnya, Pengurus Harian Pusat (PHP) PPP telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh cabang dan wilayah. Dalam edaran yang diputuskan oleh PHP, dicantumkan bahwa pengurus cabang dan wilayah tidak diperbolehkan menghadiri Silatnas yang diselenggarakan di Jakarta pada 25-17 Februari 2005. Selain itu bagi angota PHP yang terlibat dalam pelaksanaan Silatnas harus menghentikan keterlibatannya.Mengenai keberadaan beberapa anggota PHP yang terlibat dalam pelaksanaan Silanas, PHP akan mengambil tindakan. "Mereka yang ambil keputusan, terus ditindaklanjuti dengan edaran kepada seluruh pengurus cabang. Tapi mereka sendiri melanggar keputusan tersebut. Sudah menjadi kewajiban untuk anggota partai mematuhi dan mentaati aturan main dalam partai. Hal ini dapat menyebabkan pelecehan terhadap kedaulatan partai," jelas Mahmud.Walaupun begitu, belum ada rencana mengenai sanksi apa yang akan dikenakan pada angota PHP maupun pengurus PPP di berbagai daerah yang terlibat dalam pelaksanaan Silatnas. "Jika PHP mengambil tindakan-tindakan dan sansi-sanksi struktural adalah sebuah kewajaran. Tapi suasana kita masih sangat relaks, tidak ada intimidasi atau ancaman-ancaman pemecatan pada jajaran di bawah," katanya. Terhadap anggota PHP yang terlibat dalam pelaksanaan Silatnas akan diambil tindakan lebih lanjut, karena dianggap telah melanggar keputusan partai. "Saya harapkan tindakan yang dambil lebih bersifat persuasif dan menghindari (sanksi) pemecatan atau pencopotan pengurus.Karena pemecatan anggota tidak membuat partai menjadi besar, tetapi semakin terpuruk dalam persoalan-persoalan," katanya.Adanya ide dan gagasan percepatan muktamar, menurut Mahmud, telah berkembang dalam tubuh partai. Pada umumnya kader-kader partai menghendaki adanya percepatan muktamar untuk mengakomodasi keinginan regenerasi dan pembaruan kepemimpinan pusat dalam tubuh partai sendiri, yang dapat menciptakan citra pemimpin partai yang lebih segar dan lebih aspiratif.Permasalahan dengan pelaksanaan Silatnas adalah panitia Silatnas mengerahkan segenap pengurus dalam struktur tubuh partai. "Yang diundang kan ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Cabang dan Wilayah tingkat propinsi di seluruh Indonesia, itu namanya membelakangi kedaulatan parta, karena PHP partai tidak pernah diberi-tahu atau diajak berkonsultasi tentang hal ini," ujarnya. Hal ini dapat menghadirkan preseden buruk di pengurus-pengurus di daerah dan juga di masyarakat. "Jika Silatnas merupakan sebuah wadah diskusi kader untuk merumuskan ide-ide yang dapat membangun artai, hal itu sangat saya setujui, dan harus kita dukung, sehingga tidak ada penyumbaan-penyumbatan akan ide-ide dari kader partai. Tapi jika hanya berasal dari kekecewaan terhadap partai, dan digunakan oleh segelintir orang untuk konsolidasi politik, hal ini jelas salah," tuturnya. (jon/)


Berita Terkait