Semua petugas haji Indonesia di Makkah tengah bersiap menyambut tamu Allah dari Indonesia. Termasuk juga para tenaga kesehatan yang tengah menyiapkan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).
Gedung BPIH yang terletak di Sheikh Hasan Mashat, Makkah, masih terus dirapikan. Pantauan Tim MCH, Senin (24/8/2015), petugas dibantu dengan tenaga lokal masih menyusun sarana prasarana balai pengobatan seperti tempat tidur pasien, ruang kerja, berkas-berkas, maupun distribusi obat ke sektor-sektor.
Gagah/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPHI ini memiliki 159 bed yang digunakan sebagai tempat perawatan jemaah haji Indonesia. Selain tempat perawatan, BPHI juga memiliki fasilitas ICU dan IGD.
Bertempat di lantai B2, tempat tidur pasien ruang ICU sudah tersusun rapi. Namun memang masih butuh penataan lebih lanjut agar benar-benar bisa berfungsi dengan baik. Dari pinggir jalan tulisan BPHI bisa terlihat dengan jelas. Balutan warna merah di sisi depan BPHI plus logo Garuda Indonesia membuat peruntukan gedung itu bisa langsung diketahui.
Gagah/detikcom |
Turun ke lantai di bawahnya ada IGD yang digunakan sebagai tempat tindakan pertama. Tidak seperti di ICU, lantai tempat IGD masih harus banyak dibenahi. Di salah satu sudutnya masih terlihat tumpukan tempat tidur yang belum dirapihkan.
Berkas-berkas kertas juga masih sedang dikelompokkan dan dirapihkan. Sedangkan di dekat pintu masuk mobil ambulans menuju IGD masih berjejer tabung-tabung besar oksigen yang kosong.
"Sampai saat ini kita sudah mempersiapkan kurang lebih 85 persen. Opening BPHI akan dilakukan pada 26 atau 27 Agustus sekaligus menandapi kesiapan layanan kesehatan, baik di BPHI maupun klinik sektor," kata pria yang akrab disapa Alfarizi ini.
Gedung BPHI ini terdiri dari 7 lantai dan sekaligus digunakan sebagai tempat tinggal tenaga kesehatan.
Gagah/detikcom |












































Gagah/detikcom
Gagah/detikcom
Gagah/detikcom