Detikcom bersama rombongan Kereta Api Indonesia (KAI) berkesempatan menjajal moda transportasi kereta api di Beijing, Ibu Kota China.
Tujuan yang hendak dituju adalah Beijing South Stasion atau Beijing Nan Can. Stasiun keberangkatan yang kami masuki adalah Stasiun Caishikou. Dari sini, untuk menuju Beijing Nan Can hanya melewati satu stasiun saja. Cukup lima menit saja jarak tempuh yang dibutuhkan.
China menerapkan stasiun kereta api bawah tanah dalam pelayanannya. Suasana di stasiun yang kami masuki terlihat bersih. Petugas keamanan hanya berjaga di dekat pintu masuk atau peron.
Layaknya airport, setiap penumpang yang masuk harus melalui x-ray, begitu pula dengan barang bawaan. Ini guna menghindari barang-barang berbahaya seperti bahan peledak, senjata tajam dan senpi lolos sampai ke dalam stasiun bawah tanah.
Ada dua opsi pembelian tiket, melalui mesin otomatis, yaitu dengan memasukan sejumlah uang dan memilih daerah tujuan, atau membeli langsung di loket penjualan.
"Kereta di sini sudah melayani 600 kilometer dari tujuan pembangunan jalur kereta api oleh Pemerintah China sepanjang 1000 kilometer," kata Ayung, salah satu pemandu wisata, saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/8/2015).
Untuk rute terdekat, kereta api China sudah melayani 17 jalur perjalanan. Ada empa stasiun besar di Beijing dengan pelayanan berbeda. Beijing Selatan terdapat koneksi dengan kereta cepat yang akan mengantar sampai rute terjauh, Hong Kong.
Stasiun Beijing Utara khusus melayani kota-kota besar dan rute seputar Beijing. Stasiun Beijing Timur untuk pelayanan kota-kota jauh, sementara Stasiun Beijing Barat untuk rute-rute domestik.
Setiap stasiun terintegrasi dengan moda transportasi lain, salah satunya bus kota atau taxi.Di jam sibuk, suasana serupa Ibu Kota Jakarta juga terjadi di China. Penumpang berdesakan dengan penumpang lainnya. Yang membedakannya dengan pelayanan adalah ketetapan jam ketibaan kereta.
Namun, ada yang menarik. Ketika kami tiba di stasiun tujuan, Beijing South Station. Rombongan dibuat terperangah dengan megahnya stasiun. Pemerintah membuat stasiun tidak sekadar menaikan dan menurunkan penumpang Lebih dari itu, stasiun menjadi pusat bisnis di luar bisnis utama perkereta apian.
Andri Haryanto/detikcom |
Pengamatan detikcom, beragam toko hadir di stasiun ini. Bak airport, penumpang yang menunggu dipersilakan untuk berkeliling menikmati suasana stasiun, kuliner kah atau sekadar cuci mata melihat fashion terkini.
Andri Haryanto/detikcom |
Pelayanan untuk menaiki kereta cepat juga laiknya bandara. Stasiun memberikan daftar keberangkatan dan ketibaan kereta melalui tivi plasma yang tersedia di beberapa titik.
Penumpang harus melalui pemeriksaan petugas keamanan dan pemeriksaan barang melalui x-ray dan metal detector. (ahy/fdn)












































Andri Haryanto/detikcom
Andri Haryanto/detikcom