Pasukan Australia Bisa Berada di Irak Setahun Lebih
Jumat, 25 Feb 2005 17:40 WIB
Jakarta - Pasukan tambahan Australia yang akan dikirimkan ke Irak, bisa saja akan berada di negeri itu selama lebih dari satu tahun. Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia, John Howard, hari Jumat ini.Dituturkannya, dirinya berharap agar pasukan tidak perlu selama itu berada di Irak. Namun ia tidak bisa memastikan. Demikian seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (25/2/2005)."Itu bisa saja lebih lama dari satu tahun meskipun pengerahan awal adalah untuk enam bulan," ujar Howard kepada radio 3AW, Melbourne, Australia. Sebanyak 450 personel militer Australia akan segera dikirimkan ke Irak. Mereka akan ditempatkan di provinsi Al Muthanna, Irak selatan untuk melindungi pasukan non-tempur Jepang yang membantu upaya pembangunan kembali Irak.Menurut Howard, sangat tidak mungkin Australia akan mengirimkan tambahan pasukan lagi ke Irak setelah pengerahan 450 personel ini. Namun, imbuh Howard, hal tersebut juga tidak bisa dipastikan.Mengenai isu nuklir Korea Utara (Korut), Howard menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan mengerahkan pasukan guna membantu Amerika Serikat menghentikan ambisi nuklir Korut, jika konflik itu tidak bisa diselesaikan lewat negosiasi. "Kami tentu saja prihatin, sangat prihatin akan ambisi nuklir Korut," kata Howard. "Namun mengenai pengiriman pasukan, hal itu tidak masuk dalam isu... saya tidak tahu adanya rencana di pihak Amerika Serikat soal itu, jadi isu itu memang tidak ada," tandas pemimpin negeri Kangguru itu.
(ita/)











































