Pemprov Masih akan Kaji Konsep Kampung Susun Untuk Warga Kp Pulo

Pemprov Masih akan Kaji Konsep Kampung Susun Untuk Warga Kp Pulo

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 16:22 WIB
Pemprov Masih akan Kaji Konsep Kampung Susun Untuk Warga Kp Pulo
Foto: Ayunda
Jakarta - Perwakilan ormas Ciliwung Merdeka pernah menawarkan konsep pembangunan Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri di bantaran Kali Ciliwung untuk mengubah penataan hunian warga Kp Pulo. Setelah melalui proses 'tarik ulur', terkini Pemprov mengatakan pihaknya akan menampung konsep tersebut.

"Itu sudah bagus, manakala diterima masyarakat silakan kami sebagai pemerintah menampung aspirasi dari masyarakat. Seandainya konsep Ciliwung Merdeka diterima oleh masyarakat, nah ini yang akan kita teruskan. Kami akan mempelajari itu secara bersama-sama. Mudah-mudahan itu bisa terealisasi dengan baik," ujar Kadis Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Adji di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).

"Prinsipnya kami menampung semuanya baik dari Ciliwung Merdeka dan rakyat bagaimana. Kami pelajari kalau dipandang pemerintah baik, kita akomodir," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ormas Ciliwung Merdeka menawarkan konsep rumah susun panggung di tepi Ciliwung dengan menyertakan danau di bagian bawah rumah sebagai tempat penampung banjir. Di mana, danau tersebut bisa menjadi ruang publik, seperti kebun, lapangan atau taman saat kemarau karena airnya surut.

Meski ormas tersebut menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berubah pikiran menjadi tidak setuju dengan mengabaikan konsep yang ditawarkan dan tetap melakukan penggusuran rumah warga di bantaran kali yang menjadi jalur inspeksi sungai, namun Ika menyebut penggusuran adalah hal yang mutlak dilakukan karena masuk ke dalam normalisasi Kali Ciliwung.

Menurut Ika, pembangunan kampung susun atau rusun tersebut lokasinya berjarak 17,5 meter dari sungai ke jalan inspeksi, lebar jalan inspeksi 4 meter, lebar halaman rusun 2 meter dan sisanya lebar bidang rusun seluas 11,5 meter cukup baik. Penyusunan rusun itu rencananya dibuat zig-zag sehingga menyisakan ruang antar bangunannya dan tidak berdempat rapat seperti apartemen untuk mempertahankan suasana perkampungan.

Konsep tersebut, kata Ika, sampai dengan saat ini masih digodok. Meski demikian, dia menilai konsep itu cukup menarik.

"Di sekitar dekat trase kalau sudah tertata bagus dan ada jalan, kalau dibangun rusun yang lebih besar mungkin ini akan jadi luar biasa kawasan itu," kata dia.

Informasi yang Ika sempat terima luas lahan yang tercantum dalam desain konsep kampung susun atau rusun dari Ormas Ciliwung Merdeka berdiri di atas 8 hektar. Jika benar demikian, maka dia menyebut bisa membangun banyak unit rusun.

"Kemarin yang saya dengar dari masyarakat ada 8 hektar, tapi persisnya berapa saya nggak tahu. Kami akan lihat dan rapatkan bersama," pungkasnya. (aws/spt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads