TKA Tak Wajib Bahasa Indonesia, Gumiwang: Kita Bisa Kebanjiran Pekerja China

TKA Tak Wajib Bahasa Indonesia, Gumiwang: Kita Bisa Kebanjiran Pekerja China

Ahmad Toriq - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 15:25 WIB
TKA Tak Wajib Bahasa Indonesia, Gumiwang: Kita Bisa Kebanjiran Pekerja China
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Keinginan Presiden Jokowi agar Kemenaker mencabut aturan Tenaga Kerja Asing (TKA) wajib bisa Bahasa Indonesia ramai dibahas. Ketua Fraksi Golkar DPR kubu Agung Laksono, Agus Gumiwang, khawatir pencabutan aturan itu akan menimbulkan eksodus pekerja China ke Indonesia.

"Berkaitan dengan penghapusan aturan berbahasa Indonesia, saya khawatir kalau Permen tersebut diubah atau dicabut, Indonesia akan dibanjiri oleh tenaga asing murah yang berasal dari mainland China," kata Agus kepada wartawan, Senin (24/8/2015).

Presiden berpendapat pencabutan aturan itu akan memperlancar investasi di Indonesia. Agus tak setuju dan berpendapat aturan itu tak ada hubungannya dengan arus investasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berpandangan tidak ada hubungan sama sekali antara peraturan tersebut dengan arus investasi. Kalau kita mau memikat investor, terbitkan kebijakan fiskal dan pajak yang friendly terhadap market dan iklim investasi," imbuh putra Ginandjar Kartasasmita ini.

Lebih jauh soal kondisi ekonomi Indonesia, Agus mengatakan Pemerintah harus fokus pada penguatan ekonomi mikro, agar Indonesia bisa terhindar dari krisis. Ekonomi berbasi kerakyatan harus dikedepankan, karena terbukti sudah menjadi penopang ekonomi Negara.

"Memperhatikan secara berlebihan ekonomi yang berbasis kerakyatan ini bukan berarti kita menjalankan proteksi, tapi berdasarkan kesadaran kita akan pentingnya sektor ini dan untuk kepentingan kita sendiri, apalagi dalam kondisi krisis. Oleh sebab itu, harapan saya adalah ketika Presiden memilih pembantu-pembantunya, mereka harus mempunyai background ekonomi mikro dan kerakyatan," pungkasnya. (tor/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads