Jadi Calon Wakil Walikota, Arif Nonaktif dari Pemred Jawa Pos
Jumat, 25 Feb 2005 17:25 WIB
Surabaya -
Arif Affandi bertekad maju terus menjadi calon walikota Surabaya dari Fraksi PDIP. Untuk kepentingan itu, Arif nonaktif dari posisinya sebagai pemimpin redaksi (pemred) Jawa Pos. Hal ini disampaikan Arif kepada wartawan dalam jumpa pers di Restoran Ria Galleria, Jl. Bangka, Surabaya, Jumat (25/2/2005). Dalam jumpa pers, Arif didampingi Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Saleh Mukadar. Arif yang akan berpasangan dengan calon walikota Bambang DH mengaku nontifnya dari pemred Jawa Pos ini untuk menghormati indenpendensi Jawa Pos. Dia tidak ingin Jawa Pos dituding mendukung dirinya dalam pemberitaannya. "Jadi, sikap itu sudah menjadi komitmen saya," ungkapnya. Arif juga menjelaskan, calon walikota Bambang DH juga bersepakat dengan dirinya tentang independensi media ini. "Pak Bambang menghormati saya sebagai sosok profesional, yang menilai turut mengembangkan Surabaya lewat Jawa Pos. Tapi, Pak Bambang mengajak saya sebagai wakilnya bukan karena ingin mendapat dukungan dari Jawa Pos," ujarnya. Selanjutnya, Arif mengaku dirinya dan Bambang sangat menghormati prinsip-prinsip demokrasi. Tentang nonaktif dari jabatannya ini, Arif menyatakan, dirinya akan bisa aktif kembali menjadi pemred setelah semua persoalan terkaait pilkada ini selesai. "Tinggal menghapus non-nya saja to," kata pria yang senang guyon ini. Bertemu MegawatiArif juga mengaku pada Kamis (24/2/2005) malam, dirinya sudah bertemu Megawati. Pertemuan berlangsung di Bandara Juanda selama lebih kurang satu jam. Namun, dia membantah dalam pertemuan itu, dirinya dan Bambang meminta restu terkait pilkada nanti. "Pertemuan dengan Mbak Mega tadi malam di bandara bukan untuk meminta restu. Tapi, pertemuan itu tak bedanya sebagai reuni, karena saya dan Mbak Mega cukup kenal sejak KLB PDI 1993 lalu. Pertemuan malah banyak guyon," kata dia enteng.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































