"Itu lagi dikaji. Mudah-mudahan satu sampai dua bulan lagi selesai," kata Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Roem Kono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2015).
Kajian dilakukan oleh Kesekretariatan Jenderal DPR, Kementerian PU, dan konsultan terkait. Menurut Roem, memang pemerintah sudah bertindak tepat meminta kajian terlebih dahulu sebelum menentukan sikap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek tersebut dinilai senilai Rp 1,6 miliar. Prioritas pertama adalah pembangunan gedung baru untuk ruang anggota DPR. Soalnya, ruangan anggota kini sudah tak cukup lagi. Roem menyatakan ketidak-cukupan ruangan itu karena konsekuensi demokrasi.
"Ini akibat dari pemilihan langsung, masyarakat maunya ke kita, berbondong-bondong setiap hari," ujarnya.
Audit ruangan yang dilakukan kesekjenan menyimpulkan DPR perlu ruangan baru. Maka menurutnya, pembangunan gedung baru adalah perlu.
"Kalau tidak membangun, bagaimana menambah ruangan?" tuturnya.
(dnu/tor)











































