Proyek Jalan Layang Tendean-Ciledug Dituding Jadi Penyebab Meredupnya Pasar Santa

Dhani Irawan - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 09:13 WIB
Foto: dhani irawan/detikcom
Jakarta - Belum gaul kalau belum ke Pasar Santa di bilangan Blok S, Jaksel. Kira-kira demikian idiom yang beredar di kalangan anak muda Jakarta. Menjadi 'anak pasar' alias nongkrong sambil ngopi atau makan di Pasar Santa adalah kekinian.

Pasar Santa juga banyak dipromosikan seleb tweet atau mereka yang punya jumlah followers banyak di media sosial. Aneka foto yang menggambarkan kerennya Pasar Santa juga bertebaran. Bahkan, ada menteri yang datang ngopi di Pasar Santa.

Pasar Santa hingga kini masih keren. Masih ada juga anak muda dan orang kantoran yang nongkrong. Tapi suasananya agak jauh berbeda. Tak seramai dahulu.

Proyek jalan layang Tendean-Ciledug yang tengah dibangun diduga turut berpengaruh pula pada keramaian di Pasar Santa ini. Maklum saja, lokasi pasar itu hanya sepelemparan batu saja dari jalan raya yang tengah dibangun itu.

Setiap harinya, pembangunan jalan layang itu menimbulkan titik-titik kemacetan. Bagian tengah jalan raya ditutup sehingga mobil dan motor harus rela berdempet-dempetan di sisi kanan kiri jalan.

Akses yang paling dekat ke pasar yang tengah jadi tempat nongkrong anak muda itu memang dari Jalan Wolter Monginsidi tersebut. Sedikit berbelok maka Pasar Santa akan berada di perempatan kecil di Jalan Cipaku, Kebayoran, Jakarta Selatan.

"Mungkin sih bisa jadi karena jalan yang lagi dibangun (membuat keramaian pasar sedikit berkurang)," kata Andi, salah satu anak muda yang membuka bisnis clothing di Pasar Santa ketika berbincang, Jumat (21/8/2015).

Namun beberapa waktu lalu, Andi terpaksa menutup bisnisnya itu di Pasar Santa. Dagangan yang dipasarkannya itu kurang mendapat perhatian sehingga memaksanya untuk menutup bisnisnya.

Saat detikcom berkeliling seputaran Pasar Santa, sebenarnya keramaian tetap ada. Sejumlah anak muda terlihat duduk-duduk dan bercengkerama di sudut-sudut lantai 1 pasar tersebut.

Namun keramaian itu lebih fokus di sekitar kios yang menjajakan makanan. Sementara untuk kios lain tak terlalu menarik perhatian lebih.

Bahkan di beberapa pojokan, banyak kios yang sudah tutup. Entah memang hari itu si empunya kios tak berdagang atau memang telah menutup bisnisnya. Yang jelas banyak di antara kios-kios di pasar itu banyak yang tutup. (dha/dra)