Menyapa Boediono dan Herawati di Hari Tua: Urus Cucu dan Olahraga

Menyapa Bapak dan Ibu Bangsa

Menyapa Boediono dan Herawati di Hari Tua: Urus Cucu dan Olahraga

Mega Putra Ratya - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 07:51 WIB
Menyapa Boediono dan Herawati di Hari Tua: Urus Cucu dan Olahraga
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Hari-hari Boediono dan Herawati terasa semakin berwarna. Mereka kembali menjadi warga biasa setelah purna tugas sebagai Wakil Presiden ke-11 RI.

Selama menjabat, waktu bersama keluarga hilang karena kesibukan. Kini, mereka 'membalas' waktu yang hilang itu dengan memberi perhatian penuh kepada keluarga.

Saat ditemui di kediamannya di Kompleks Bappenas, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, senyum merekah tampak dari pasangan yang menikah 46 tahun silam ini. Mereka bercerita soal semakin dekatnya hubungan dengan anak-anak dan cucu-cucunya kini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kami lengser dari jabatan, kami kembali jadi warga biasa. Kembali ke sebelum menjabat, yaitu dengan keluarga, dengan cucu, yang sebelumnya waktunya sangat sedikit, sekarang bisa dekat satu sama lain. Ini bagus sekali bagi keluarga kami," ungkap Boediono soal aktifitasnya kini.

"Selain itu saya di sini sama ibu menikmati kami berdua. Jalan-jalan, berkunjung ke tempat yang ingin kita kunjungi," lanjut pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943 ini.

Pria yang akrab disapa Pak Boed ini menuturkan bagaimana dia saat ini banyak melakukan aktifitas yang selama ini tidak sempat dilakukan karena kesibukannya mengurus negara. Fitnes dan jogging menjadi salah satu aktifitas yang kembali dijalaninya.

"Senang juga ada waktu banyak dengan keluarga. Dan dengan apa yang saya inginkan, seperti baca, dulu beli buku satu setumpuk, suka belanjanya saja, tapi ngga sempat baca. Olahraga, dengarkan musik yang dulu waktunya belum ada sekarang ada," kata Pak Boed terkekeh.

Dalam karirnya, Boediono pernah menjabat beberapa posisi-posisi penting. Diantaranya, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas.

Namun Boediono mengakui ada beberapa hal yang belum tuntas dalam pekerjaannya. Meski begitu ia mengaku harus ikhlas, dan menyerahkan kepada pejabat baru penggantinya untuk menyambung tongkat estafet.

"Selalu, kalau selesai masa jabatan ada yang ketinggalan, ini belum selesai, kita harus ikhlaskan. Karena ada yang berikutnya. Dengan keikhlasan diharapkan kita bisa nyambung. Estafet inilah yang diperlukan membangun jangka panjang, kerja dari satu generasi ke generasi lain, masa jabatan ke masa jabatan lain, sambung menyambung mencapai tujuan bersama jangka panjang," paparnya.

Sementara itu Herawati, sang istri juga kembali sebagai ibu rumah tangga dan mengurus kebutuhan sang suami. Herawati senang melakukannya sendiri, meski sebelumnya setiap urusan rumah tangga selalu ada yang membantunya.

"Saya seperti ibu-ibu pada umumnya, ngurus rumah tangga. Dulu kan ada yang ngurusin, sekarang ngurus sendiri, isi lemari es sendiri, belanja dulu ada yang belanjain. Setelah selesai nonton tv, baca koran, main tenis, berkunjung ke teman yang belum sempat dikunjungi," ungkap Hera yang mengenakan blouse biru ini.

Boediono dan Herawati memiliki dua orang anak yaitu Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan. Dari dua anaknya itu mereka kini memiliki lima cucu.

"Kalau mereka panggil, saya juga langsung datang. (Dulu) agak sulit ya bagi waktunya, karena selalu ada acara. Kalau saya perlu mengikuti suami saya ikuti, kalau ngga, saya di dewan kerajinan nasional dan lainnya," kata wanita yang hobi bertenis ini.


(mpr/Hbb)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini