"Kita mah dipanggil mah biasa. Jangankan dipanggil DPRD, dipanggil Tuhan aja saya ngadap kok. Saya nawaitu, saya baik, di kasih rusun nawaitu saya baik kok," ujar Ahok di sela acara Lebaran Betawi, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).
Ahok mengingatkan proses sosialisasi terhadap masyarakat soal relokasi sudah dilakukan sejak 2013. Saat itu, Ahok masih menjadi Wakil Gebernur DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 2013 sudah ada negosiasi, dialog dengan Pak Jokowi pada waktu itu Kampung Pulo mengatakan boleh asalkan tinggalnya tidak jauh dari sana," paparnya.
Ahok menegaskan kembali tak ada toleransi bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung karena merugikan masyarakat luas. Bila ada pihak yang melawan maka Ahok semakin percaya diri untuk bersikap.
"Bagus dong, Ahok makin dilawan akan makin loncat dia," tuturnya. (hty/ega)











































