"Mulai besok, pelajar yang punya KJP tidak perlu lagi membayar lagi bus TransJakarta. Tidak ada seorang warga pun yang tertinggal karena tidak sekolah," kata Ahok dalam kata sambutannya di acara Lebaran Betawi, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).
Kemudian, Ahok juga ingin mengupayakan kebijakan agar warga tak mampu atau lanjut usia bisa menaiki moda transportasi seperti bus TransJakarta secara gratis. Dia melihat warga masih sulit meski biaya pengobatan di puskesmas gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, Ahok mengatakan saat ini pihaknya sedang mengkaji terkait kemungkinan adanya keberadaan dokter, bidan, perawat di setiap 1250 warga.
"Kami mengkaji setiap 1250 masyarakat ada dokter, perawat, bidan yang bertanggug jawab. Dan, saya harap bapak ibu yang giginya kurang bagus bisa berobat. Pelayanan gigi di puskesmas bagus," tuturnya.
Ahok memiliki harapan agar warganya tak kesulitan pendidikan yang berujung ekonomi. Bila kesulitan pendidikan dan ekonomi bisa teratasi, Ahok yakin warga bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.
"Kami tidak ingin kepala perut dan dompet warga DKI jadi kempes. Kami ingin kepala perut dan dompet itu penuh. Kalau kepala penuh, berarti budaya, agama, pendidikan, semua tercapai. Perut penuh kita bisa makan banyak. Dompet penuh, semua sudah tahu. Punya duit bos,"harapnya. (hty/ega)











































