Ahok: Kami Ingin Kepala, Perut dan Dompet Warga DKI Penuh

Ahok: Kami Ingin Kepala, Perut dan Dompet Warga DKI Penuh

Hardani Triyoga - detikNews
Minggu, 23 Agu 2015 14:41 WIB
Ahok: Kami Ingin Kepala, Perut dan Dompet Warga DKI Penuh
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ingin warganya tak kesulitan soal urusan pendidikan dan kesehatan. Salah satu kebijakan Pemprov DKI ingin siswa yang tidak mampu dan memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa naik Bus TransJakarta secara gratis.

"Mulai besok, pelajar yang punya KJP tidak perlu lagi membayar lagi bus TransJakarta. Tidak ada seorang warga pun yang tertinggal karena tidak sekolah," kata Ahok dalam kata sambutannya di acara Lebaran Betawi, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).

Kemudian, Ahok juga ingin mengupayakan kebijakan agar warga tak mampu atau lanjut usia bisa menaiki moda transportasi seperti bus TransJakarta secara gratis. Dia melihat warga masih sulit meski biaya pengobatan di puskesmas gratis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada seorang pun susah ke puskesmas. Ke puskesmas memang gratis, tapi ongkos naik taksinya bayar katanya. Karena itu, Pak Lurah, Pak RT, Bu RT, bila masyarakat yang sakit, tidak mampu, katakan puskesmas keliling bisa datang mengobati, supaya yang tidak mampu bisa diobati," sebutnya.

Lanjutnya, Ahok mengatakan saat ini pihaknya sedang mengkaji terkait kemungkinan adanya keberadaan dokter, bidan, perawat di setiap 1250 warga.

"Kami mengkaji setiap 1250 masyarakat ada dokter, perawat, bidan yang bertanggug jawab. Dan, saya harap bapak ibu yang giginya kurang bagus bisa berobat. Pelayanan gigi di puskesmas bagus," tuturnya.

Ahok memiliki harapan agar warganya tak kesulitan pendidikan yang berujung ekonomi. Bila kesulitan pendidikan dan ekonomi bisa teratasi, Ahok yakin warga bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.

"Kami tidak ingin kepala perut dan dompet warga DKI jadi kempes. Kami ingin kepala perut dan dompet itu penuh. Kalau kepala penuh, berarti budaya, agama, pendidikan, semua tercapai. Perut penuh kita bisa makan banyak. Dompet penuh, semua sudah tahu. Punya duit bos,"harapnya. (hty/ega)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads