Impian Ahok yang Ingin Ciliwung Kembali Bersih dan Banyak Pohon Rindang

Impian Ahok yang Ingin Ciliwung Kembali Bersih dan Banyak Pohon Rindang

Hardani Triyoga - detikNews
Minggu, 23 Agu 2015 13:47 WIB
Impian Ahok yang Ingin Ciliwung Kembali Bersih dan Banyak Pohon Rindang
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok punya cerita soal daerah yang dekat dengan Kali Ciliwung. Ahok membandingkan kondisi dulu dengan sekarang yang sangat berbeda dalam pemeliharaan Kali Ciliwung.

"Saya sudah selesai membaca buku, ekspedisi Ciliwung yang dilakukan oleh harian Kompas. Saya sebelum masuk ke sini, sempat jadi Wagub, kita sudah pelajari. Tenyata ketika sudah kita pelajari Ciliwung yang lama itu, orang-orang Betawi itu, menikmati sekali sungai Ciliwung," kata Ahok dalam sambutan acara Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).

Dia menyebut bila Kali Ciliwung di era dulu itu memiliki tepian yang rindang karena memiliki pohon-pohon. Berbeda dengan kondisi Kali Ciliwung di era sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu penuh pohon-pohon, rindang. Orang Betawi itu mau nguburin orang tidak ada yang di bawah sungai. Karena kalau pasang, pasti kelelep. Maka selalu taruh di atas. Ini khas Ciliwung kita sebetulnya," sebut eks Anggota Komisi II DPR itu.

Menurutnya, yang menjadi perbedaan Ciliwung saat ini karena ada permainan dari oknum-oknum. Ia ingin semestinya pihak RT atau RW bisa menjadi contoh acuan yang baik.

"Tapi, kenapa Ciliwung hari ini menjadi begitu banyak rumah. Yang terjadi adalah ada oknum-oknum, RT/RW, oknum pejabat menjual kapling-kapling kepada pendatang.

Kondisi kenakalan oknum ini yang kemudian dimanfaatkan masyarakat pendatang.

"Lalu pendatang inilah yang menebang pohon, menduduki sungai. Lalu pendatang ini begitu cerdas masang jebakan-jebakan untuk nampung sampah. Supaya apa? Pas kemarau sampahnya sudah banyak, itu dia urug sungai Ciliwung. Akhirnya sungai Ciliwung, reklamasi dan membuat sungai jadi sempit," tuturnya.

Dia menjelaskan masyarakat pendatang itu yang berbuat ulah sehingga Kali Ciliwung menjadi rusak. Ahok percaya masyarakat Betawi tak akan berbuat untuk merusak Ciliwung.

"Jadi yang tinggal di pinggir Ciliwung itu sebetulnya adalah pendatang bukan asli Betawi. Karena orang Betawi terkenal cerdas, tidak bodoh. Tidak mungkin orang Betawi menanam keluarga di pinggir sungai. Jadi itu yang terjadi. Itu kita ingin bersihkan," sebutnya.

Lanjutnya, Ahok menegaskan pihaknya sudah bekerjasama dengan Kodam Jaya dan Kopassus untuk pemeliharaan Ciliwung.

"Saya sudah kerja sama dengan kodam, Kopassus, kita bisa melihat Ciliwung di daerah dekat Depok, itu tidak kita pasang sheet pile (dinding turap). Tidak ada betonisasi. Kita buat begitu alami persis jaman dulu. Jakarta harus dikembangkan ada ciri khas Betawi. Saya sedang berusaha mendorong Situ Babakan, ini kebanggaan orang Betawi," tuturnya. (hty/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads