DetikNews
Minggu 23 Agustus 2015, 12:41 WIB

HUT Ke-17 PAN

Ketum PAN: Pemerintah Harus Solid, Jangan Gaduh

Avitia Nurmatari - detikNews
Ketum PAN: Pemerintah Harus Solid, Jangan Gaduh Foto: Avitia N
Bandung - Dalam pidato di peringatan HUT ke-17 PAN di Bandung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyindir kegaduhan di pemerintah belakangan ini. Yang paling hangat adalah manuver Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang seolah 'melawan' Wapres Jusuf Kalla.

"Secara khusus saya juga ingin menyerukan agar pemerintah menunjukkan kepemimpinan dan menjadi
panutan agar melahirkan keyakinan dan optimisme publik bahwa kesulitan ini akan mampu dilalui bersama," kata Ketum PAN Zulkifli saat memberikan sambutan peringatan HUT ke-17 PAN di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar Bandung, Minggu (23/8/2015).

Sederet tokoh-tokoh penting PAN hadir dalam acara ini seperti Ketua Kehormatan Amien Rais, Ketua Umum Zulkifli Hasan, Sekjen DPP PAN Eddi Soeparno, Ketu Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap, Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Yandri Susanto, Wakil Ketua DPR RI PAN Taufik Kurniawan, Wali Kota Bogor Bima Arya. Deretan artis yang bergabung di PAN yakni Anang dan Desy Ratnasari juga hadir.

Soliditas Pemerintah, menurut Zulkifli, juga sangat krusial dalam situasi yang tidak menentu dan
berubah secara cepat ini. Pemerintah punya peran besar dalam menciptakan ketenangan di masyarakat.

"Perbedaan-perbedaan, sebesar dan sefundamental apapun, harus diselesaikan secara internal, bukan secara terbuka yang dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan," ingatnya.

"Dalam kaitan ini saya teringat pernyataan dari founding father kita, Bung Karno: Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri," imbuhnya.

Zulkifli mengingatkan agar perpecahan, perselisihan dan pertikaian jangan sampai menghancurkan bangsa.  Sejarah mencatat, tidak ada negara yang maju dengan pertikaian. Kunci utama untuk
menjadi bangsa yang besar, maju dan sejahtera adalah ketika para pemimpinnya bersatu-padu dengan seluruh rakyatnya, bekerja untuk mewujudkan impian.

"Founding father kita yang lain, Bung Hatta juga mengatakan: " Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanmu," pungkasnya.
(avi/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed